Andi Ahmad S
Selasa, 06 Januari 2026 | 18:12 WIB
HA, terduga pelaku perampokan berujung pembunuhan anak politisi PKS, Maman Suherman di Cilegon, Banten. (Grafis Suara.com/Aldie)
Baca 10 detik
  • Penyebab Kematian Korban Hasil forensik menunjukkan Muhammad Axle meninggal akibat dua luka tusuk fatal di leher kiri dan dada kanan yang memutus pembuluh nadi serta merusak paru-paru korban.

  • Bukti Perlawanan dan Senjata Ditemukan 19 luka tusuk, termasuk sembilan luka tangkis yang mengindikasikan adanya perlawanan korban terhadap pelaku yang menggunakan senjata tajam bermata satu dalam aksi penganiayaan tersebut.

  • Penangkapan dan Identitas Pelaku Polisi berhasil menangkap pelaku berinisial HA (31) dengan bukti kuat berupa kecocokan DNA korban pada pisau milik pelaku serta rekaman CCTV yang menunjukkan identitas kendaraan dan pakaiannya.

SuaraBanten.id - Kepala Instalasi Forensik dan Modikolegal RSUD Cilegon dr Baety Adhayati membeberkan penyebab kematian anak politikus PKS Kota Cilegon Maman Suherman yakni Muhammad Axle Haman Miller (9) usai ditemukan bersimbah darah di kediamannya di Perumahan BBS 3, Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten pada Selasa (16/12/2025) lalu.

Menurut dr Baety, dari total 19 luka tusuk dan 3 luka tumpul yang terdapat di tubuh korban, diketahui hanya ada 2 luka yang menyebabkan meninggalnya bocah kelas 4 SD tersebut berdasarkan hasil uji forensik.

"Untuk sebab mati dari luka-luka, ada 2 yang menyebabkan sebab mati, yaitu luka tusuk di leher sisi kiri yang memutus pembuluh nadi utama di leher. Kemudian luka tusuk pada dada sisi kanan yang menembus paru yang menyebabkan pendarahan dan terperangkapnya paru di antara iga sehingga terjadi kesulitan bernafas," kata dr Baety kepada awak media, Senin (5/1/2026).

"Jadi itu penyebab kematian korban, karena luka-luka yang lain tidak menimbulkan sebab mati," lanjutnya.

Disampaikan dr Baety, terdapat 2 karakteristik dari total 19 luka tusuk yang ada di tubuh korban, di antaranya berupa 10 luka tusuk dan 9 luka tangkis pada tubuh korban. Sehingga diduga ada percobaan perlawanan dari korban saat dianiaya sebilah pisau oleh pelaku.

"Dari karakteristik luka tusuk yang diperiksa, terdapat karakteristik sudutnya yaitu saty sudut tajam dan satu sudut tumpul. Di mana ini menunjukkan karakteristik luka tusuk disebabkan kekerasan tajam yang mana bendanya memiliki satu mata tajam," ungkapnya.

Diketahui, Muhammad Axle Haman Miller (9) yang merupakan anak politikus PKS Kota Cilegon Maman Suherman ditemukan bersimbah darah di rumah mewahnya di Perumahan BBS 3, Ciwaduk, Kota Cilegon, Banten pada Selasa (16/12/2025) lalu.

Ia ditemukan tewas dengan luka parah di sekujur tubuh. Korban pertama kali ditemukan bersimbah darah di dalam rumah oleh kakaknya berinisial D yang masih berusia 11 tahun.

D menghubungi ayahnya, Maman, dan menyampaikan kondisi adiknya sambil berteriak meminta pertolongan. Mendengar itu, Maman langsung pulang dari tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah (jarak sekitar 10 km).

Baca Juga: Kalah Judi Kripto hingga Terlilit Utang Ratusan Juta, Alasan HA Tega Bunuh Anak Politikus PKS

Setibanya di rumah dan membuka pintu, Maman terkejut saat mendapati anak bungsunya dalam kondisi tengkurap dengan luka serius disertai pendarahan parah. Korban kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon. Nahas nyawanya tak tertolong.

Terkini, pelaku pembunuhan terhadap Muhammad Axle yaitu HA (31) warga asal Palembang, Sumatera Selatan telah ditangkap saat sedang mencuri di sebuah rumah mewah lain milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon Roisyudin Sayuri di Lingkungan Pabuaran, Ciwedus, Kota Cilegon, Banten pada Jumat (2/1/2026).

Polisi menemukan barang bukti berupa 2 bilah pisau di tas pelaku HA. Setelah dilakukan uji biologis forensik, didapati bercak darah dengan DNA milik korban Muhammad Axle pada salah satu pisau tersebut.

Selain itu, rekaman CCTV di sekitar rumah korban menunjukkan pelaku pembunuhan menggunakan jaket hitam, tas hitam, helm biru dan motor Honda Beat biru hitam sesuai dengan yang ditemukan polisi di kontrakan pelaku HA di Komplek Bumi Rakata Asri, Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.

Kontributor : Yandi Sofyan

Load More