-
Dampak Banjir Serang Banjir akibat cuaca ekstrem di Kota Serang merendam 1.579 rumah, berdampak pada 6.105 jiwa, dan memaksa 501 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman serta tenda darurat.
-
Wilayah Terdampak Parah Bencana tersebar di enam kecamatan, dengan dampak terparah di Kecamatan Kasemen yang mencapai ketinggian air 120 cm, sehingga menuntut evakuasi besar-besaran bagi warga di Lingkungan Tanggul Jaya.
-
Kerusakan dan Kewaspadaan Selain banjir, cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan 15 rumah. BPBD tetap siaga melakukan asesmen serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.
SuaraBanten.id - Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang, sedang tidak baik-baik saja. Cuaca ekstrem yang mengguyur tanpa henti sejak Minggu (11/1) kemarin telah melumpuhkan sebagian besar wilayah kota.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang merilis data yang cukup mengejutkan pada Selasa ini ribuan rumah terendam dan ratusan warga harus angkat kaki ke pengungsian demi keselamatan nyawa.
Bagi warga Serang dan sekitarnya, situasi ini menjadi peringatan keras akan dampak krisis iklim yang nyata. Banjir kali ini tidak pandang bulu, meratakan genangan di enam kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.
Ketinggian air pun bervariasi dan cukup membahayakan, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,2 meter.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, memberikan rincian data dampak bencana ini.
"Total warga yang terdampak mencapai 6.105 jiwa dari 1.658 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut sebanyak 501 jiwa harus mengungsi karena kondisi air yang cukup tinggi di permukiman mereka," ujar Diat.
Dari keenam kecamatan yang terdampak, Kecamatan Kasemen menjadi wilayah dengan kondisi paling kritis. Generasi muda yang aktif di media sosial perlu memantau area ini, terutama jika memiliki kerabat di sana.
Diat menjelaskan bahwa wilayah dengan ketinggian air terparah berada di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, yang mencapai 120 cm.
Kondisi air setinggi dada orang dewasa ini membuat aktivitas lumpuh total. Di lokasi ini saja, sebanyak 167 jiwa dilaporkan mengungsi. Pemerintah bergerak cepat dengan mendirikan fasilitas darurat.
Baca Juga: BPBD Kabupaten Tangerang: 10.000 KK Terdampak Banjir, Kosambi Jadi Wilayah Terparah
"Kami telah mendirikan tenda pengungsian di lokasi terdampak parah, seperti di Lingkungan Tanggul Jaya, untuk menampung warga," katanya.
Selain Kasemen, gelombang pengungsian juga terjadi di beberapa titik lain yang cukup padat penduduk:
- Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya: Sebanyak 200 jiwa mengungsi.
- Kelurahan Panancangan: Sebanyak 50 jiwa terpaksa meninggalkan rumah.
Cuaca ekstrem kali ini tidak hanya membawa air, tetapi juga angin kencang yang merusak. Selain merendam 1.579 rumah, BPBD mencatat adanya kerusakan infrastruktur dan hunian warga akibat faktor lain.
Tercatat ada sembilan kejadian pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan vital dan menimpa bangunan.
Tak berhenti di situ, sebanyak 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat sapuan angin kencang. Hal ini menambah beban warga yang sudah direpotkan oleh genangan air.
Meskipun langit Kota Serang siang ini terpantau cerah berawan, ancaman belum sepenuhnya hilang. BPBD Kota Serang terus melakukan pemantauan intensif dan asesmen di lapangan.
Petugas gabungan tetap disiagakan untuk membantu evakuasi susulan dan pembersihan lumpur sisa banjir.
Pemerintah mengimbau agar masyarakat, terutama anak muda yang sering beraktivitas di luar ruang, untuk tidak lengah.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca dan berhati-hati, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor," ujar Kepala BPBD Kota Serang Diat Hermawan. [Antara].
Berita Terkait
-
BPBD Kabupaten Tangerang: 10.000 KK Terdampak Banjir, Kosambi Jadi Wilayah Terparah
-
Drama Penangkapan Pasutri 'Manusia Kapsul' Pembawa Sabu di Bandara Soetta
-
4 Spot Wisata Kuliner Hits di Tangsel yang Wajib Kamu Coba Akhir Pekan Ini
-
Pemkot Cilegon Didesak Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
-
Awal Tahun yang Kelam bagi Kades Sidamukti: Jadi Tersangka Korupsi Usai Tilap Uang Negara Rp500 Juta
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
-
Kedubes Iran di Indonesia Kecam Serangan AS-Israel, Sebut Pelanggaran Berat Piagam PBB
-
'Labbaik Ya Hussein', TV Iran Siarkan Lagu Perang, Siap Balas Serangan AS dan Israel
-
Trump Ancam Hancurkan Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Terkini
-
Daftar Lengkap Progres Lahan Koperasi Merah Putih se-Banten: Kabupaten Serang Terbanyak
-
Cuaca Ekstrem Terjang Serang, Atap Dapur Makan Bergizi Gratis di Mancak Ambruk
-
Kronologi Lengkap Kasus Ojek di Pandeglang: Dari Kecelakaan Maut Jalan Rusak Hingga Gugatan
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Tangerang, Serang dan Pandeglang Jumat 27 Februari 2026
-
Mantan Kasir Bukit Cilegon Asri Tilap DP Nasabah Rp653 Juta, Begini Modusnya