Andi Ahmad S
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:49 WIB
Ilustrasi Banjir di Serang Banten. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Dampak Banjir Serang Banjir akibat cuaca ekstrem di Kota Serang merendam 1.579 rumah, berdampak pada 6.105 jiwa, dan memaksa 501 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman serta tenda darurat.

  • Wilayah Terdampak Parah Bencana tersebar di enam kecamatan, dengan dampak terparah di Kecamatan Kasemen yang mencapai ketinggian air 120 cm, sehingga menuntut evakuasi besar-besaran bagi warga di Lingkungan Tanggul Jaya.

  • Kerusakan dan Kewaspadaan Selain banjir, cuaca ekstrem menyebabkan pohon tumbang dan kerusakan 15 rumah. BPBD tetap siaga melakukan asesmen serta mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

SuaraBanten.id - Ibu Kota Provinsi Banten, Kota Serang, sedang tidak baik-baik saja. Cuaca ekstrem yang mengguyur tanpa henti sejak Minggu (11/1) kemarin telah melumpuhkan sebagian besar wilayah kota.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang merilis data yang cukup mengejutkan pada Selasa ini ribuan rumah terendam dan ratusan warga harus angkat kaki ke pengungsian demi keselamatan nyawa.

Bagi warga Serang dan sekitarnya, situasi ini menjadi peringatan keras akan dampak krisis iklim yang nyata. Banjir kali ini tidak pandang bulu, meratakan genangan di enam kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan.

Ketinggian air pun bervariasi dan cukup membahayakan, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 1,2 meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, memberikan rincian data dampak bencana ini.

"Total warga yang terdampak mencapai 6.105 jiwa dari 1.658 Kepala Keluarga (KK). Dari jumlah tersebut sebanyak 501 jiwa harus mengungsi karena kondisi air yang cukup tinggi di permukiman mereka," ujar Diat.

Dari keenam kecamatan yang terdampak, Kecamatan Kasemen menjadi wilayah dengan kondisi paling kritis. Generasi muda yang aktif di media sosial perlu memantau area ini, terutama jika memiliki kerabat di sana.

Diat menjelaskan bahwa wilayah dengan ketinggian air terparah berada di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, yang mencapai 120 cm.

Kondisi air setinggi dada orang dewasa ini membuat aktivitas lumpuh total. Di lokasi ini saja, sebanyak 167 jiwa dilaporkan mengungsi. Pemerintah bergerak cepat dengan mendirikan fasilitas darurat.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Tangerang: 10.000 KK Terdampak Banjir, Kosambi Jadi Wilayah Terparah

"Kami telah mendirikan tenda pengungsian di lokasi terdampak parah, seperti di Lingkungan Tanggul Jaya, untuk menampung warga," katanya.

Selain Kasemen, gelombang pengungsian juga terjadi di beberapa titik lain yang cukup padat penduduk:

  • Lingkungan Gelam Timur, Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya: Sebanyak 200 jiwa mengungsi.
  • Kelurahan Panancangan: Sebanyak 50 jiwa terpaksa meninggalkan rumah.

Cuaca ekstrem kali ini tidak hanya membawa air, tetapi juga angin kencang yang merusak. Selain merendam 1.579 rumah, BPBD mencatat adanya kerusakan infrastruktur dan hunian warga akibat faktor lain.

Tercatat ada sembilan kejadian pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan vital dan menimpa bangunan.

Tak berhenti di situ, sebanyak 15 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat sapuan angin kencang. Hal ini menambah beban warga yang sudah direpotkan oleh genangan air.

Meskipun langit Kota Serang siang ini terpantau cerah berawan, ancaman belum sepenuhnya hilang. BPBD Kota Serang terus melakukan pemantauan intensif dan asesmen di lapangan.

Load More