-
Dampak Banjir Massal Banjir akibat cuaca ekstrem di enam kecamatan Kabupaten Tangerang berdampak pada 50 ribu jiwa. Wilayah terdampak meliputi Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, dan Sepatan.
-
Proses Evakuasi Korban Sekitar 1.000 warga, mayoritas dari Kecamatan Kosambi, telah dievakuasi ke tempat aman. Ketinggian air di 18 lokasi terpantau bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.
-
Kesiagaan dan Penanganan BPBD Kabupaten Tangerang menyiagakan 14 pos damkar untuk bantuan darurat. Warga diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem dan segera melaporkan perkembangan kondisi banjir di lapangan.
SuaraBanten.id - Peringatan bagi warga Banten dan sekitarnya, khususnya yang berdomisili di wilayah pesisir utara Tangerang. Cuaca ekstrem yang melanda dalam beberapa hari terakhir telah memicu bencana hidrometeorologi serius.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang melaporkan bahwa banjir telah merendam sejumlah wilayah vital, melumpuhkan aktivitas ribuan warga pada Selasa (13/1/2026).
Data terbaru yang dirilis cukup mencengangkan. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 50 ribu jiwa tercatat menjadi korban dampak luapan air ini.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik mengonfirmasi luasnya cakupan wilayah yang terdampak.
"50 ribu jiwa ini total data korban yang terdampak di enam kecamatan, yakni Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Pasar Kemis, Mauk, dan Sepatan," ungkap Ahmad Taufik Selasa 13 Januari 2026.
Banjir ini menjadi sorotan karena menyerang kawasan padat penduduk dan area yang dekat dengan akses vital Bandara Soekarno-Hatta (wilayah Kosambi/Teluknaga).
Berdasarkan pemetaan lapangan, banjir kali ini menyebar di 18 lokasi berbeda dengan ketinggian air yang bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga yang terdalam mencapai 80 sentimeter. Angka ini cukup untuk merendam sepeda motor dan masuk ke dalam rumah warga, memaksa aktivitas lumpuh total.
Taufik menjelaskan lebih detail mengenai jumlah demografi yang terdampak.
"Untuk update terakhir dari beberapa titik banjir ini kurang lebih ada kurang lebih 10.000 kepala keluarga (KK), meliputi kurang lebih 45-50 ribu jiwa," katanya.
Baca Juga: BNN Obrak-Abrik Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang: Waspada, Bahan Baku Ternyata Dibeli Online!
Dari keenam kecamatan yang disebutkan, Kecamatan Kosambi menjadi wilayah dengan kondisi paling memprihatinkan. Ketinggian air di sana memaksa ribuan warga untuk meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Prioritas utama BPBD saat ini adalah penyelamatan nyawa (Life Saving). Meskipun banyak warga yang memilih bertahan di lantai dua rumah mereka, evakuasi tetap dilakukan bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan mereka yang rumahnya terendam cukup dalam.
"Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang dari Kosambi telah mengungsi. Namun, kami masih melakukan pendataan," jelas Taufik mengenai pergerakan pengungsi.
"Evakuasi kurang lebih tidak terlalu banyak, khususnya yang ada di Kosambi saja. Kisaran sementara yang dapat kami update kurang lebih sekitar 1.000 orang," ujarnya.
Berita Terkait
-
BNN Obrak-Abrik Pabrik Tembakau Sintetis di Tangerang: Waspada, Bahan Baku Ternyata Dibeli Online!
-
LSPR Bawa Anyaman Bambu Buniayu Tangerang Go Internasional
-
Tanggapi Penolakan Sampah Tangsel, Sekda Banten: Kota Serang Harus Diskusi dengan Warga
-
4 Spot Wisata Kuliner Hits di Tangsel yang Wajib Kamu Coba Akhir Pekan Ini
-
Pemkot Cilegon Didesak Bentuk Tim Khusus Penanganan Banjir
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terkini
-
Niat Jual Motor Curian via COD, Dua Pengamen Malah 'Terciduk' Polisi di Parkiran Minimarket
-
Oknum Jaksa Banten: Di Indonesia Gak Ada Uang, Orang Tak Bersalah Bisa Jadi Bersalah
-
5 Fakta Terbaru Kasus Sumpah Injak Al-Qur'an di Lebak: 2 Pelaku Resmi Ditahan di Lapas Rangkasbitung
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat