Andi Ahmad S
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:02 WIB
Ilustrasi tumpukan sampah di Banten. [Suara.com/Aldie]
Baca 10 detik

Warga Kecamatan Taktakan menggelar aksi demonstrasi menolak kiriman sampah dari Kota Tangerang Selatan ke TPAS Cilowong karena menyebabkan pencemaran lingkungan, bau menyengat, serta mengganggu aktivitas harian akibat hilir mudik truk.

Koordinator aksi dan warga merasa kecewa karena Pemerintah Kota Serang dinilai hanya mementingkan keuntungan finansial tanpa mempedulikan kesehatan masyarakat dan dampak buruk polusi sampah yang merugikan wilayah pemukiman sekitar.

Menanggapi protes warga, Pemerintah Kota Serang memutuskan menghentikan sementara pengiriman sampah untuk evaluasi kerja sama, sembari menegaskan bahwa kebijakan tersebut masih dalam tahap uji coba dan belum menerima kucuran anggaran.

Merespons amarah warga yang memuncak, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin, akhirnya melunak. Ia mengumumkan penghentian sementara pengiriman sampah dari Tangsel.

Nanang berdalih bahwa pengiriman yang terjadi belakangan ini masih dalam tahap uji coba dan belum ada uang sepeser pun yang masuk ke kas daerah.

"Dan ini kan baru ujicoba beberapa hari, atas perintah Pak Wali Kota Serang ini dihentikan dulu, kita evaluasi. Ini perintah Pak Wali Kota kita dengarkan publik," jelas Nanang.

Load More