-
Kota Tangerang Selatan mengalami krisis pembuangan sampah setelah pemerintah Kabupaten Bogor dan Kota Serang kompak menghentikan penerimaan kiriman sampah akibat tekanan warga serta masalah teknis lingkungan.
-
Pemerintah Kabupaten Bogor menghentikan uji coba pengiriman sampah karena adanya ketidaksesuaian spesifikasi jenis sampah yang dikirim, guna mencegah dampak penumpukan limbah dan bau busuk di wilayah Cileungsi.
-
Kota Serang menghentikan sementara kerja sama pembuangan sampah di TPAS Cilowong untuk mengevaluasi aspirasi warga Taktakan yang mengeluhkan gangguan bau menyengat serta lalu lintas truk sampah dari Tangsel.
SuaraBanten.id - Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kini berada dalam posisi terjepit. Upaya pemerintah kota tersebut untuk mengatasi krisis sampah dengan mengirimkannya ke daerah tetangga justru menemui jalan buntu.
Dua wilayah penyangga, yakni Kabupaten Bogor Jawa Barat dan Kota Serang Banten, secara kompak mengambil sikap tegas untuk menghentikan atau menunda penerimaan sampah kiriman tersebut.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Baik Bogor maupun Serang menghadapi tekanan dari masyarakat lokal serta ketidakjelasan teknis yang berpotensi memicu bencana lingkungan di wilayah mereka sendiri.
Di wilayah timur, Pemerintah Kabupaten Bogor memasang rem darurat terhadap rencana lanjutan pengiriman sampah ke PT Aspex Kumbong di Cileungsi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa uji coba yang berjalan satu minggu sudah cukup untuk menyalakan alarm waspada.
"Saya sampaikan, tunggu dulu. Jangan dilanjutkan sebelum dilaporkan dan dibahas," tegas Ajat.
Masalah utamanya ada pada spesifikasi. Dokumen menyebutkan sampah yang dikirim adalah kertas untuk bahan baku industri, namun realitas kebutuhan Tangsel adalah membuang sampah campur (termasuk kain dan organik).
Ketidaksesuaian ini dikhawatirkan memicu penumpukan sampah busuk yang merugikan warga Cileungsi.
"Yang dibutuhkan itu kejelasan. Karena kalau terjadi masalah di lapangan, pemerintah yang nanti akan disalahkan," tambahnya.
Baca Juga: Bakar Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Masuk Penjara? Ini Penjelasannya
Di sisi barat, Kota Serang yang sebelumnya menjadi tujuan utama ke TPAS Cilowong, juga memilih mundur teratur.
Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengumumkan penghentian sementara penerimaan sampah dari Tangsel setelah mendengar jeritan warga Kecamatan Taktakan yang terdampak bau dan lalu lintas truk.
"Kemarin baru diserap aspirasi dari warganya, nanti kita rapatkan lagi. Belum ada hasil evaluasi karena baru menyerap aspirasi," ujar Agis.
Menariknya, Agis memastikan bahwa penghentian ini spesifik hanya untuk sampah Tangsel, sementara kerja sama dengan Pemkab Serang tetap berjalan normal.
Tag
Berita Terkait
-
Bakar Sampah Sembarangan di Tangsel Bisa Masuk Penjara? Ini Penjelasannya
-
4 Fakta Panas Polemik Sampah Serang-Tangsel, Dari Spanduk Menohok Hingga Angka Fantastis
-
Ratusan Warga Serang Tolak Jadi 'Tempat Sampah' Kota Tangsel
-
Pemkot Tangsel Mampu Benahi Permasalahan Sampah, Pengamat: Ancaman Pidana Lingkungan Masih Prematur
-
4 Spot Wisata Alam Hidden Gem di Tangsel untuk Libur Akhir Tahun
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Gugatan Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel Bergulir di PTUN, Prosedur Evaluasi BKN Jadi Sorotan
-
Sembunyikan 93 Gram Sabu di Boks Motor, Pelarian DPO Narkoba di Serang Berakhir di Jeruji Besi
-
Dua Kernet Bus Ditangkap Usai Diduga Keroyok dan Tusuk Calon Penumpang di Serang
-
Musim Hujan Banten Diprediksi Mundur hingga November 2026
-
Banten Targetkan Bangun 18 SMA/SMK Baru hingga 2029