SuaraBanten.id - Pelarian dua warga negara asing WNA Iran setelah aksi pencuriannya viral berakhir dengan cara yang tak terduga. Bukan dalam sebuah penggerebekan menegangkan, melainkan di dalam kantor layanan publik saat keduanya dengan percaya diri mencoba memperpanjang izin tinggal.
AM (63) dan AF (44) kini harus menanggung akibat perbuatan mereka mengambil uang E-Toll yang terekam jelas oleh kamera CCTV di sebuah konter E-Toll, Panancangan, Kota Serang.
Perjalanan mereka dari pelaku kejahatan yang viral menjadi pesakitan dimulai dari sebuah modus operandi yang terencana rapi. Aksi yang membuat mereka menjadi buronan ini memperlihatkan bagaimana sebuah drama kecil diciptakan untuk mengelabui korban dan menggasak uang tunai sebesar Rp4 juta.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Serang, I Gusti Agung Komang Artawan, membeberkan bagaimana AM, sang eksekutor, memainkan perannya dengan sempurna.
Dengan berpura-pura membeli tongkat E-Toll seharga Rp5 ribu menggunakan uang pecahan besar Rp100 ribu, ia sengaja menciptakan kebingungan.
“Pelaku AM berpura-pura kesal dengan kembalian yang tidak sesuai, sehingga membuat petugas lengah. Di saat itulah dia masuk ke area dalam dan mencuri uang,” ungkap Artawan pada Kamis (31/7/2025).
Sementara AM beraksi di dalam, rekannya AF (44) tidak tinggal diam. Ia mengambil peran sebagai pengalih perhatian di luar konter, memastikan tidak ada karyawan atau pelanggan lain yang curiga dengan gerak-gerik AM yang sudah menyelinap ke area terlarang.
Kolaborasi keduanya berjalan mulus, namun mereka tidak menyadari setiap detik aksinya direkam oleh CCTV.
Setelah video tersebut viral, keduanya langsung menghilang.
Upaya pelacakan oleh tim imigrasi menunjukkan sebuah jejak yang sengaja dibuat rumit. Mereka sempat terdeteksi berada di Bali, namun data menunjukkan mereka tidak pernah benar-benar menempati penginapan yang alamatnya mereka daftarkan.
Baca Juga: Kemenag Lebak Bakal Bongkar Akar Masalah Duel Gladiator Siswa MAN vs SMKN 1 Kalanganyar
“Kami berkoordinasi lintas wilayah hingga ke Imigrasi Denpasar dan Ngurah Rai. Alamat yang mereka daftarkan ternyata fiktif,” ujar Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian, Maximilianus Kolbe Kristanto Lake.
Puncak dari drama ini terjadi di titik yang paling ironis. Merasa jejak mereka sudah dingin dan aman dari kejaran, AM dan AF dengan santai mendatangi Kantor Imigrasi Jakarta Timur.
Niat hati ingin memperpanjang masa tinggal mereka di Indonesia secara legal, sistem pengawasan keimigrasian justru langsung mengidentifikasi mereka sebagai buronan. Keduanya pun langsung diringkus di tempat. Kini, nasib kedua WNA tersebut berada di ujung tanduk.
Selain menghadapi ancaman deportasi berdasarkan Pasal 75 ayat (1) UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, mereka juga harus berhadapan dengan proses hukum pidana atas laporan pencurian yang ditangani oleh Polsek Cipocok Jaya.
“Proses keimigrasian sedang berjalan. Tapi karena ada unsur pidana, kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” tambah Artawan.
Berita Terkait
-
Kemenag Lebak Bakal Bongkar Akar Masalah Duel Gladiator Siswa MAN vs SMKN 1 Kalanganyar
-
Sidang Mutilasi di PN Serang Ricuh, Keluarga Kejar dan Lempari Terdakwa Usai Dituntut Hukuman Mati
-
Sakit Hati Berujung Maut, Remaja Pembunuh Penjaga BRILink di Serang Didakwa Pembunuhan Berencana
-
BPBD Rilis Peta Wilayah Rawan Kekeringan di Kota Serang, Kasemen Paling Kritis
-
Inflasi Kota Serang Lebih Rendah dari Provinsi Banten dan Nasional
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Ibu Rumah Tangga Jadi Pengedar, Ambil 3.453 Paket Sabu di Tong Sampah Minimarket Bojonegara
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman
-
Sering Kirim Santri ke Luar Negeri, Ponpes Darul Quran Tangerang Dibekali Ini
-
Libur Sekolah Dongkrak Mobilitas Udara, Jutaan Penumpang Diprediksi Padati Bandara
-
Pertamax Naik Rp4.000 Per Liter, Warga Tangerang Ramai-ramai Turun Kelas ke Pertalite