Andi Ahmad S
Senin, 04 Mei 2026 | 15:26 WIB
Gelombang tinggi disertai angin kencang menerjang kawasan tersebut di Teluk Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (6/2/2022). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Baca 10 detik
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah perairan Indonesia pada 4–7 Mei 2026.
  • Fenomena gelombang tinggi tersebut dipicu oleh pola angin dari timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 25 knot.
  • Pelaku pelayaran diminta waspada dan tidak memaksakan melaut jika kondisi cuaca melampaui ambang batas keamanan armada kapal.

SuaraBanten.id - Sebuah peringatan penting datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bagi seluruh pelaku jasa pelayaran dan nelayan di Indonesia.

BMKG mengimbau agar mewaspadai potensi gelombang tinggi hingga empat meter di sejumlah perairan Indonesia, yang berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran pada periode 4-7 Mei 2026.

Peringatan ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut dan melindungi para pekerja di sektor maritim.

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo menjelaskan bahwa potensi gelombang tinggi ini dipicu oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan.

Angin tersebut bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 25 knot. Kecepatan angin yang tinggi ini, terutama di wilayah perairan terbuka seperti Samudra Hindia, dapat memicu pembentukan gelombang laut yang sangat besar.

"Potensi gelombang tinggi di kisaran 2,50 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, Samudra Hindia selatan Banten, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, dan Samudra Hindia selatan Jawa Tengah," kata Eko Prasetyo, dilansir dari Antara.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut sangat berisiko bagi beberapa jenis moda transportasi laut.

BMKG dengan begitu, menetapkan ambang batas waspada bagi perahu nelayan pada kecepatan angin di atas 15 knot dengan gelombang di atas 1,25 meter, serta kapal tongkang pada kecepatan angin di atas 16 knot dengan gelombang melebihi 1,5 meter.

Sementara untuk kapal feri, risiko keselamatan meningkat jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Baca Juga: Pencari Kerja Jangan Takut Lapor! Andra Soni Bersih-bersih Praktik Pungli Rekrutmen di Banten

Selain area dengan gelombang tertinggi, BMKG juga memetakan peluang gelombang setinggi 1,25-2,5 meter di perairan lain seperti Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh hingga Mentawai, Laut Flores, Laut Banda, serta Laut Arafuru.

"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," kata Eko.

BMKG meminta para operator kapal dan nelayan untuk tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi cuaca dan tinggi gelombang melampaui batas kemampuan armada, kemudian masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca maritim terkini melalui kanal resmi BMKG guna menghindari potensi kecelakaan laut selama periode peringatan dini tersebut.

Load More