SuaraBanten.id - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengatakan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor menjadi sembilan orang, Minggu (5/1/2020). Sementara 1 orang belum ditemukan jasadnya.
Masyarakat yang menjadi korban meninggal dunia itu akibat tertimbun tanah longsor juga terseret air bah banjir bandang. Korban bencana alam itu sebagian warga Kecamatan Lebak Gedong, karena lokasi berada di kaki gunung Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
"Sebelumnya terdata delapan warga yang meninggal dunia itu," kata Kaprawi.
Kesembilan warga korban meninggal dunia itu antara lain Udin (50), Tini (40), Arsah (56), Diva (8), Encih (30), Setiana (12), Enon (4), Fahmi (3) dan Nana Suryana (40). Satu orang lagi belum ditemukan atas nama Rizky (8).
Dari sembilan korban jiwa itu, kata dia, kebanyakan tertimbun lumpur akibat material bebatuan dan lumpur yang keluar dari eks tambang yang pecah. Di wilayah Kecamatan Lebak Gedong banyak terdapat penambang emas tanpa izin (liar).
"Kami mengapresiasi tim evakuasi yang melibatkan TNI, Basarnas, Polri dan relawan berhasil menemukan warga korban yang meninggal dunia itu," katanya.
Sementara itu, Munasih, seorang warga Desa Banjasari Kecamatan Lebak Gedong mengatakan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor itu begitu dahsyat dan mengeluarkan suara keras serta bergemuruh dan tiba-tiba mengeluarkan air dari dalam tanah.
"Kami beruntung selamat ketika mendengar gemuruh air dan langsung berlari untuk berlindung di masjid setempat," katanya. (Antara)
Baca Juga: Korban Banjir Jakarta Akan Diberikan Cairan Disinfektan, Ambil di Puskesmas
Berita Terkait
-
Banjir Bandang, Lebak Akan bangun Jembatan Darurat
-
Lebak Diterjang Banjir Bandang, Banten akan Cairkan Dana Tak Terduga
-
Nasib Siswa Korban Banjir Lebak, Libur Diperpanjang Hingga Numpang Belajar
-
Lebak Dilanda Banjir Bandang, Puskesmas Kebanjiran Pasien
-
Bencana Longsor di Lebak, Satu Orang Tertimbun dan Belum Ditemukan
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak
-
Ribuan Buruh Terkena Dampak, PT Parkland World Indonesia di Lebak PHK 1.100 Karyawan
-
Dugaan Pemerasan dan Bullying Intimidasi Siswi SMPN 10 Ciputat, Polisi Mulai Investigasi
-
Dorong Transformasi Digital, Pemkot Tangsel Latih Pemuda Masjid Kuasai Coding dan Konten Kreatif
-
ASDP Kawal Maksimal Klaim Asuransi dan Penggantian Kerugian Korban Kebakaran KMP Batumandi