Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger

Disampaikan Kepala Sekolah SDN 04 Kota Serang Rena Komalasari, penggabungan tiga sekolah merupakan hasil usulan yang disampaikan oleh pihaknya bersama dua sekolah lain.

Andi Ahmad S
Selasa, 14 Juli 2026 | 15:42 WIB
Imbas Sistem Zonasi dan Krisis Anak Usia Sekolah, 3 SD Negeri di Kota Serang Terpaksa Dimerger
Suasana di SDN 04 dan SDN 8 Kota Serang [Yandi Sofyan/SuaraBanten]
Baca 10 detik
  • Pemkot Serang menggabungkan tiga sekolah dasar negeri di Kelurahan Cipare menjadi SDN 4 Kota Serang pada 2026.
  • Kebijakan merger dilakukan karena rendahnya jumlah siswa baru akibat sistem zonasi dan kurangnya penduduk usia sekolah.
  • Penggabungan sekolah bertujuan mengoptimalkan kualitas layanan pendidikan, efektivitas dana BOS, serta meningkatkan manajemen operasional di sekolah tersebut.

SuaraBanten.id - Minimnya jumlah peserta didik baru membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memilih menggabungkan tiga sekolah dasar negeri menjadi satu sekolah. Ketiga sekolah tersebut yakni SDN 04 Kota Serang, SDN 8 Kota Serang dan SDN 16 Kota Serang menjadi SDN 4 Kota Serang.

Sekedar informasi, tiga sekolah yang berada di Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang tersebut lokasinya sangat berdekatan. Bahkan bisa dibilang, antara SDN 04 dengan SDN 8 masih berada dalam satu halaman yang sama. Sementara SDN 16 lokasinya berada berdampingan dengan SDN 04 dan SDN 8 dan hanya tersekat bangunan kelas saja.

Disampaikan Kepala Sekolah SDN 04 Kota Serang Rena Komalasari, penggabungan tiga sekolah merupakan hasil usulan yang disampaikan oleh pihaknya bersama dua sekolah lain. Hal itu menyusul rendahnya peminat yang mendaftar ke ketiga sekolah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

"Ini cita-cita kami untuk merger 3 sekolah, usulan sih sudah dari 2021, tapi baru terealisasi di tahun 2026 ini. Kemudian juga untuk jumlah murid yang dari tahun ke tahun semakin berkurang, karena wilayah sekitar sekolah mungkin sudah tidak produktif, sudah ga ada lagi anak-anak usia sekolah SD-nya," kata Rena ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga:Bongkar Industri Uang Palsu di Tangerang, WW Belajar dari 'God Hand' Bandung

"Bahkan kami yang harusnya maksimal 1 kelas itu 28 siswa, ada yang 11 siswa yang daftar, ada yang 10 siswa, ada juga yang 25 siswa," imbuhnya.

Selain itu, kata Rena, adanya sistem zonasi yang diterapkan oleh pemerintah disinyalir turut menjadi pemicu minimnya peserta didik baru yang mendaftar ke sekolahnya.

"Karena pakai sistem zonasi ya, di sekitar lingkungan sini sudah ga produktif, sudah minim usia anak sekolahnya. Di tambah ada zonasi sehingga makin minim yang masuk sini, karena dulu tuh biasanya yang kerja di RSUD Drajad Prawiranegara itu anaknya di sekolahin di sini, tapi karena zonasi sudah ga masuk ke sini," ungkapnya.

Kendati demikian, ia berharap, digabungkannya tiga sekolah menjadi satu bisa semakin meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik sekolah sehingga tingkat kepercayaan masyarakat bisa kembali, terlebih keberadaan tiga sekolah yang digabung tersebut berdekatan dengan dua sekolah lain yaitu SDN 02 Kota Serang dan SDN 20 Serang.

"Jadi mudah-mudahan dengan dimerger ini harapannya tingkat kepercayaan masyarakat kepada sekolah kami lebih meningkat. Karena biasanya 1 sekolah menerima 1 rombel mungkin 28 siswa, kalau digabung ya 3 rombel itu jumlah siswa didik barunya bisa sesuai dengan seharusnya," kata Rena.

Baca Juga:Gunung Anak Krakatau Status Siaga, BPBD Banten Garansi Kawasan Anyer dan Carita Aman Dikunjungi

Kepala Sekolah SDN 04 Kota Serang Rena Komalasari [Yandi Sofyan/SuaraBanten]
Kepala Sekolah SDN 04 Kota Serang Rena Komalasari [Yandi Sofyan/SuaraBanten]

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Ahmad Nuri mengatakan, penggabungan tiga sekolah dinilai sebagai solusi agar pelayanan pendidikan berjalan lebih efektif. Pasalnya, rendahnya jumlah peserta didik baru membuat penyelenggaraan pendidikan, termasuk pemanfaatan Dana BOS menjadi kurang optimal.

"Kalau jumlah siswanya sedikit, penggunaan anggaran BOS juga kurang efektif. Dengan penggabungan ini layanan pendidikan menjadi lebih optimal, termasuk untuk kebutuhan guru honorer dan proses pembelajaran," ucap Nuri.

Ia tak menampik, kebijakan penggabungan tiga sekolah menjadi satu sekolah dilatarbelakangi oleh kurangnya peserta didik baru yang diterima oleh ketiga sekolah tersebut. Di samping itu, adanya usulan dari para kepala sekolah turut jadi faktor dikeluarkannya kebijakan merger tersebut.

"Iya salah satunya karena kekurangan siswa. Tetapi tujuan utamanya juga meningkatkan kualitas dan pelayanan pendidikan. Juga didasari pada usulan kepala sekolah yang telah diajukan sejak 2021 karena terus menurunnya jumlah peserta didik," ujarnya.

"Alhamdulillah (setelah digabung), kelas 1 sekarang berjumlah 54 siswa. Jadi sangat efektif," sambungnya.

Tak hanya itu, diakui Nuri, pihaknya akan membuka akses antar bangunan yang saat ini masih tersekat agar menjadi satu kawasan pendidikan terpadu sehingga pengelolaan yang berada dalam satu manajemen lebih efektif dan efisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak