Tipu Jual Beli Tanah Rp1,4 Miliar, Mantan Anggota DPRD Kota Serang Dituntut 10 Bulan Penjara

Sementara mantan suaminya yang juga mantan ASN di lingkungan Pemkot Serang yakni Zahlidar Subroto dituntut 1 tahun 10 bulan kurungan penjara untuk kasus yang sama.

Andi Ahmad S
Kamis, 23 April 2026 | 17:30 WIB
Tipu Jual Beli Tanah Rp1,4 Miliar, Mantan Anggota DPRD Kota Serang Dituntut 10 Bulan Penjara
Sidang kasus penggelapan jual beli tanah yang melibatkan mantan anggota DPRD Kota Serang Wahyu Papat dan mantan ASN Pemkot Serang Zahlidar Subroto di PN Serang, Rabu (22/4/2026). [Yandi Sofyan/SuaraBanten]
Baca 10 detik
  • Jaksa menuntut mantan anggota DPRD Wahyu Papat dan Zahlidar Subroto penjara atas kasus penipuan jual beli tanah.
  • Persidangan di PN Serang pada 22 April 2026 mengungkapkan kedua terdakwa merugikan korban senilai Rp1,4 miliar.
  • Tindak pidana terjadi karena tanah yang dijual kepada korban Erwin Syafruddin ternyata bermasalah dan bersengketa hukum.

SuaraBanten.id - Didakwa atas kasus penipuan dan penggelapan jual beli tanah, mantan anggota DPRD Kota Serang periode 2014-2019 yakni Wahyu Papat Juni Romadonia dituntut 10 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang.

Sementara mantan suaminya yang juga mantan ASN di lingkungan Pemkot Serang yakni Zahlidar Subroto dituntut 1 tahun 10 bulan kurungan penjara untuk kasus yang sama.

Dalam sidang tuntutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang pada Rabu (22/4/2026), JPU Kejari Serang, Fitriah menyebut, tuntutan yang dijatuhkan kepada kedua terdakwa berdasarkan dakwaan ke satu atas kasus yang menjerat keduanya.

"Mereka terbuk melanggar pasal 492 undang-undang nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP junto pasal 20 huruf C undang-undang yang sama," ucap Fitriah membacakan tuntutan di hadapan Ketua Majelis Hakim Hendro Wicaksono.

Baca Juga:Niat Ambil Tutup Pipa yang Jatuh, Muhammad Irfan Malah Tersedot ke Dalam Aliran Irigasi

Disampaikan Fitriah, pertimbangan yang memberatkan kedua terdakwa lantaran dinilai melanggar telah merugikan korban atas nama Erwin Syafrudin sebesar Rp1,4 miliar.

Sementara hal yang meringankan, dikatakan Fitrah, para terdakwa bersikap sopan selama persidangan, telah berterus terang memberikan keterangan, sementara terdakwa Wahyu Papat dianggap tidak menikmati hasil dari perbuatan tersebut dan masih memiliki anak yang masih kecil, namun tetap mengakui kesalahannya.

"Terdakwa Wahyu Papat masih memiliki anak kecil yang menjadi tanggungannya," ujar Fitriah.

Untuk diketahui, perkara ini bermula pada 2 Juli 2020 ketika kedua terdakwa mendatangi korban Erwin Syafruddin di Showroom Syammary Mobilindo, Komplek Korem Cilaku, Kecamatan Curug, Kota Serang. Saat itu, kedua terdakwa menawarkan tiga bidang tanah seluas 1.560 meter persegi di Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.

“Awalnya saksi Erwin Syafruddin didatangi terdakwa Zahlidar Subroto bersama terdakwa Wahyu Papat Juni Raomadonia yang menawarkan tiga bidang tanah berdasarkan Sertifikat Hak Milik Nomor 00102 atas nama Wahyu Papat Juni Raomadonia,” kata jaksa Syahrul saat membacakan dakwaan.

Baca Juga:Modus Jual Beli Hukuman: Fakta Mengejutkan Jaksa Banten Peras Korban dengan Ancaman Penjara

Saat itu, korban Erwin sempat menanyakan status tanah tersebut. Namun kedua terdakwa meyakinkan bahwa lahan tersebut aman dan tidak dalam sengketa.

“Ketika saksi menanyakan apakah tanah tersebut aman dan tidak ada permasalahan, para terdakwa menjawab tanah tersebut aman dan tidak ada sengketa serta jika ada masalah mereka siap bertanggung jawab,” ujarnya.

Korban kemudian bersama para terdakwa mendatangi Bank BJB untuk menebus sertifikat tanah yang saat itu sedang diagunkan. Penebusan sertifikat dilakukan dengan pembayaran sekitar Rp700 juta, lalu korban kembali menyerahkan uang Rp100 juta kepada para terdakwa.

Beberapa hari kemudian, terdakwa kembali menawarkan tanah seluas 300 meter persegi di samping lahan tersebut dengan harga Rp150 juta, yang dituangkan dalam kwitansi yang ditandatangani oleh Zahlidar Subroto.

"Tak berhenti di situ, terdakwa juga menawarkan lagi tanah seluas 400 meter persegi di depan lahan milik korban dengan harga Rp200 juta, dengan janji akan mengurus dokumen kepemilikannya," katanya.

Namun saat korban mengurus proses balik nama melalui notaris, diketahui sebagian tanah sekitar 200 meter persegi ternyata telah lebih dahulu dijual kepada pihak lain dan telah berpindah tangan beberapa kali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak