Rahasia Suku Badui Jaga Hutan Lindung 3.100 Hektare Agar Banten Tak Diterjang Bencana

Memasuki puncak musim hujan di bulan Desember 2025 ini, kewaspadaan masyarakat Badui terhadap lingkungan justru ditingkatkan.

Andi Ahmad S
Jum'at, 12 Desember 2025 | 22:21 WIB
Rahasia Suku Badui Jaga Hutan Lindung 3.100 Hektare Agar Banten Tak Diterjang Bencana
Badui Banten menyimpan keunikan budaya dan tradisi masyarakatnya. Salah satunya tradisi bercocok tanam padi huma dan tanaman palawija yang dilakukan perempuan badui luar. (Antara)
Baca 10 detik
  • Masyarakat Badui konsisten menjaga 3.100 hektare hutan lindung sebagai titipan leluhur untuk mencegah kerusakan alam dan potensi bencana seperti banjir atau longsor.

  • Kerusakan hutan lindung dapat memicu malapetaka bencana alam, berdampak buruk pada keberlanjutan kehidupan manusia, ekosistem, dan menyebabkan kekeringan.

  • Selain penjagaan, Suku Badui melaksanakan tradisi gerakan menanam tahunan sebagai upaya penghijauan dan pemeliharaan hutan demi manfaat pangan serta ekonomi.

SuaraBanten.id - Di saat banyak wilayah di Indonesia bergulat dengan isu kerusakan lingkungan dan pemanasan global, sebuah komunitas adat di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, berdiri tegoh sebagai benteng terakhir kelestarian alam.

Masyarakat Suku Badui, yang mendiami Desa Kanekes, terus menunjukkan konsistensi luar biasa dalam menjaga hutan lindung.
Bagi mereka, hutan bukan sekadar sumber daya, melainkan titipan leluhur yang sakral dan wajib dijaga kehijauannya.

Memasuki puncak musim hujan di bulan Desember 2025 ini, kewaspadaan masyarakat Badui terhadap lingkungan justru ditingkatkan.

Mereka menyadari betul bahwa kelalaian sedikit saja dalam menjaga alam dapat berujung fatal.

Baca Juga:Melipir ke Bayah Lebak! Surga Pantai dan Lobster Murah untuk Libur Akhir Tahun Keluarga

Tetua Adat Badui yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, menegaskan bahwa perlindungan terhadap ekosistem hutan adalah mandat mutlak yang tidak bisa ditawar.

"Bila kawasan hutan mengalami kerusakan dipastikan berpotensi menimbulkan malapetaka bencana alam," kata Jaro Oom, dilansir dari Antara, Jumat (12/12/2025).

Jaro Oom memastikan bahwa kondisi hutan di wilayahnya relatif sangat baik. Tidak ada toleransi bagi aktivitas ilegal seperti pembalakan liar maupun penambangan emas tanpa izin (PETI) yang kerap menghantui wilayah konservasi lain di Indonesia.

Mereka memahami hubungan sebab-akibat ekologis dengan sangat baik. Hutan tutupan yang berada di Kaki Gunung Kendeng merupakan daerah resapan air vital bagi wilayah Banten dan sekitarnya.

"Kami memiliki kewajiban untuk menjaga kawasan hutan sebagai warisan leluhur yang harus dilaksanakanya," jelas Jaro Oom.

Baca Juga:200 Kg Limbah Radioaktif Cesium-137 yang Dicuri Akhirnya 'Balik Kandang' Utuh

Ia memperingatkan bahwa jika hutan ini rusak, dampaknya akan sistemik mulai dari kekeringan parah saat kemarau, kesulitan air bersih, hingga ancaman banjir bandang dan tanah longsor saat curah hujan tinggi seperti sekarang.

Oleh karena itu, pemerintah desa setempat bersama warga melakukan penjagaan rutin di kawasan hutan lindung dan sekitarnya agar tetap lestari.

Upaya pelestarian yang dilakukan Suku Badui tidak hanya bersifat pasif (menjaga), tetapi juga aktif (memulihkan). Mereka memiliki tradisi gerakan menanam yang dilaksanakan setiap tahun. Tradisi ini merupakan wujud nyata regenerasi alam untuk memastikan lahan tetap produktif dan hijau.

"Kami berharap gerakan tanam ini dapat tumbuh subur sehingga menghasilkan pangan dan ekonomi," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak