Bantuan biaya kuliah tersebut juga disesuaikan berdasarkan akreditasi program studi (prodi), mulai dari Rp2,4 juta hingga Rp12 juta, tergantung tingkat akreditasi prodi yang diambil oleh penerima.
Pada kesempatan di Kabupaten Banyumas, Presiden Jokowi membagikan 3.317 Kartu Indonesia Pintar kepada siswa-siswi SD, SMP, SMA/SMK, dan kejar paket A, B, dan C. Ia pun menekankan bantuan tersebut digunakan secara bijak untuk kepentingan sekolah.
"Janjian kita, kalau uang di kartu dipakai beli pulsa akan dicabut. Untuk keperluan sekolah, tidak untuk yang lain," ujar Jokowi saat acara tersebut.
Lebih lajut, Jokowi memastikan pemerintah akan menambah anggaran KIP jika ada kelebihan anggaran di tahun-tahun mendatang, sebagai upaya berkelanjutan memperkuat sektor pendidikan di Indonesia.
Baca Juga:Projo Kota Tangerang Dorong Kepemipinan Prabowo-Gibran Melanjutkan Program Jokowi
"Anak-anak harus belajar dengan baik, karena persaingan ke depan, dalam 10-30 tahun mendatang, akan semakin ketat," ujar Jokowi.
Program Kartu Indonesia Pintar mencerminkan komitmen Jokowi membangun SDM Indonesia yang lebih baik. Dengan alokasi Rp113 triliun selama 10 tahun, pemerintah telah membantu 20 juta siswa di seluruh jenjang pendidikan, dari SD hingga SMA/SMK.
Kebijakan ini menjadi salah satu wujud nyata keberhasilan pemerintahan Jokowi dalam memastikan bahwa akses pendidikan tidak lagi menjadi hambatan bagi generasi penerus bangsa.
Program Kartu Indonesia Pintar menjadi bukti bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan dapat tercapai dengan kesungguhan dan komitmen pemerintah.
Baca Juga:Pendukung Sachrudin-Maryono dan Projo Tangerang Road Show 13 Kecamatan