"Biarin, kata saya ini mah bersih. Ini jadi penolong," katanya sambil mencuci pakaian milik dia dan keluarganya, Kamis, 5 September 2024.
Seperti saluran kali pada umumnya, tempat mencuci yang digunakan Yoyoh dan tetangganya itu merupakan sodetan dari saluran kali utama.
Di sekitar tempat mencuci pakaian itu, dipenuhi dengan pohon-pohon bambu dan semak belukar. Ada bekas spanduk yang membentang untuk menutupi sisi kanan tempat mencuci itu.
Sementara alas yang digunakan Yoyoh dan tetangganya mencuci sebagai pijakan itu dibuat dari bambu yang disusun sejajar dan kokoh.
Baca Juga:Rekomendasi NasDem Berlabuh ke Riza Patria-Marsehel Widianto
Tempat itu, kata Yoyoh, spot baru yang dibuat warga karena tempat sebelumnya kebawa arus dan longsor akibat hujan deras.
"Ini dibuat pa lagi 17 Agustus kemaren. Orang lain merdekaan kita bikin tempat nyuci ini," ungkapnya sambil nyikat baju.
Ibu dua anak itu tak menampik, air yang digunakan mencuci pakaian itu tak bersih dan sering membuat kulit badannya gatal. Tetapi, di tengah kekeringan saat ini, hal itu tak jadi momok.
Terpenting, pakaian keluarganya bersih dan bisa dipakai untuk aktivitas sehari-hari. "Gatel sih gatel, tinggal pake bedak selesai," ungkapnya tak ambil pusing.
Yoyoh bilang, aktivitas mencuci di saluran kali pembuangan itu dilakukan setiap tahun jika dilanda kekeringan. Sumur galian di rumahnya saat ini kering kerontang bahkan sudah retak.
Baca Juga:Rekomendasi NasDem Berlabuh Riza Patria-Marsehel Widianto
"Kedaleman 12 meter, tanah pada bongkar. Tiap tahun kayak gini," katanya sambil bilas cucian.