facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Usai Datangi Pendopo Gubernur, Warga Baduy Geruduk Rumah Dinas Kapolda Banten, Ada Apa?

Andi Ahmad S Senin, 09 Mei 2022 | 13:24 WIB

Usai Datangi Pendopo Gubernur, Warga Baduy Geruduk Rumah Dinas Kapolda Banten, Ada Apa?
Warga Suku Baduy Dalam berjalan kaki ke Rangkasbitung untuk mengikuti ritual tradisi Seba Baduy di Cimarga, Lebak, Banten, Jumat (6/5/2022). [ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas]

Puluhan masyarakat Baduy itu hendak mengadukan nasibnya kepada Kapolda Banten. Dimana, saat ini terdapat ribuan jiwa Suku Baduy yang tinggal di Kanekes

SuaraBanten.id - Usai mengikuti tradisi Seba Baduy di Pendopo Gubernur Banten, Serang, Sabtu (7/5/2022) kemarin. Puluhan masyarakat Baduy justru menggeruduk Rumah Dinas Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto, Minggu (8/5/2022).

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Suara.com, puluhan masyarakat Baduy itu hendak mengadukan nasibnya kepada Kapolda Banten. Dimana, saat ini terdapat ribuan jiwa Suku Baduy yang tinggal di Kanekes bekerja sebagai petani namun mereka kekurangan lahan untuk dijadikan ladang pertanian.

"Kami masyarakat suku Baduy ingin meminta tambahan lahan dari perhutani yang berada di Desa Cibarani, Kecamatan Cirinten yang akan diberdayakan oleh Suku Baduy untuk berladang atas permintaan itu kami meminta dukungan kepada bapak Kapolda untuk membantu agar Pemerintah dapat memberi tambahan lahan," ucap Ketua Adat Masyarakat Baduy, Jaro Saija kepada Suara.com, Minggu (8/5/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Jaro Saija memberitahukan bahwa saat ini ada 17.600 jiwa Suku Baduy yang tinggal di Kanekes yang bekerja sebagai petani. Namun, kekurangan lahan untuk bertani.

Baca Juga: Ini 4 Hal Seru yang Bisa Dilakukan di Gunung Galunggung

Untuk memenuhi kebutuhan hidup, lanjut Jaro Saija, sebelumnya suku Baduy telah meminta lahan perhutani yang ada di Desa Arjawana, Desa Pasirbitung kepada Menteri Kehutanan dan atas permintaan tersebut telah diberikan lahan Perhutani seluas 300 hektar yang akan dijadikan tanah ulayat untuk bercocok tanam.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto mengatakan bahwa kedatangan perwakilan masyarakat Baduy ke Rumah Dinasnya merupakan suatu penghormatan.

"Saya merasa terhormat sekali kehadiran para sesepuh dari adat Baduy dan ini merupakan suatu penghormatan bagi saya sebagai Kapolda Banten didatangi para sesepuh dan para Jaro di Rumah Dinas saya," ujarnya.

Selain itu, Ia juga merespon baik dan mengaku akan mendukung permintaan masyarakat adat Baduy terkait penambahan lahan untuk bertani. Dimana, menurutnya tambahan lahan 300 hektar memang dikatakan kurang.

"Saya akan mendukung penuh penambahan lahan berladang untuk Suku Baduy, bila dibutuhkan persurat maka kami akan siapkan," tuturnya.

Baca Juga: 6 Tips Menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat, agar Terhindar dari Berbagai Penyakit

Ditempat yang sama, Uday Suhada selaku pemerhati Budaya Baduy turut mendukung dengan permintaan suku baduy untuk pertambahan lahan. Mengingat, kata Dia, saat ini 3.000 hektar hutan yang masuk dalam tanah ulayat suku baduy yang dikelola untuk kelestarian hutan.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait