SuaraBanten.id - Genap satu tahun Helldy Agustian dan Sanuji Pentamarta terpilih menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon pada Pilkada 2020 lalu. Tentunya membuat banyak masyarakat Kota Cilegon yang memiliki harapan besar kepada pemimpin baru mereka.
Apalagi, Kartu Cilegon Sejahtera (KCS) dan 10 janji politik yang seringkali di gaungkan saat kampanye membuat masyarakat semakin menggantungkan harapan kepada Helldy-Sanuji agar mampu merubah dan mensejahterakan masyarakat.
Namun, di tengah perjalanannya masih banyak masyarakat Cilegon yang belum merasakan manfaat dari KCS dan bahkan belum mengetahui mekanisme atau tata cara penggunaan kartu sakti tersebut.
"Tentu saja, ini merupakan dampak dari buruknya keterbukaan informasi terhadap publik yang dilakukan oleh Helldy-Sanuji. Padahal, transparansi informasi adalah hak masyarakat yang wajib dipenuhi oleh Pemerintah sesuai dengan UU no. 14 tahun 2008," ungkap Ketua PP IMC, Hariyanto saat aksi di depan Kantor Wali Kota Cilegon, Selasa (1/3/2022).
Baca Juga:Waduh, Rumah Wali Kota Cilegon Terendam Banjir, Istri: Biar Ngerasain Seperti Masyarakat
Menurutnya, meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Cilegon turun 2,56 persen dalam satu tahun terakhir, Cilegon masih menjadi peringkat kedua tertinggi di Provinsi Banten.
"Ada sebuah kontradiktif yang terjadi disini, karena sejatinya Helldy-Sanuji memiliki program 25.000 lapangan pekerjaan yang juga selalu diobral dalam kampanye saat Pilkada 2020 lalu. Seharusnya, dengan adanya program ini. Kota Cilegon menjadi Kota yang memiliki TPT terendah di Provinsi Banten," jelas Mahasiswa Hukum Tata Negara itu.
"Bahkan, hingga sampai saat ini Disnaker Kota Cilegon belum memiliki data pengangguran yang dapat dipekerjaan melakui program KCS," imbuhnya.
Ironisnya lagi, lanjut Yanto, wacana pengurangan jumlah penerima beasiswa full sarjana menjadi 3.500 juga menjadi pusat perhatian masyarakat.
"Wacana pengurangan ini terungkap dalam daftar prioritas dan masuk Draf RPJMD Kota Cilegon 2021-2026. Hal ini tentu tidak senada dengan statement Helldy Agustian yang mengatakan bahwa pendidikan adalah pilar terpenting dalam meningkatkan kualitas manusia," tuturnya.
Jika hal ini sampai terjadi, maka Helldy-Sanuji sudah membohongi masyarakat Kota Cilegon. Menurutnya, hal ini jelas berbahaya bagi masa depan masyarakat Kota Cilegon.