facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Satu Kampung di Lebak Keracunan, Santriwati Ngaku Dicabuli Pimpinan Ponpes

Hairul Alwan Senin, 24 Januari 2022 | 07:00 WIB

Warga Satu Kampung di Lebak Keracunan, Santriwati Ngaku Dicabuli Pimpinan Ponpes
Ilustrasi pelecehan seksual, pemerkosaan, kekerasan seksual. [Suara.com/Eko Faizin]

Puluhan warga mengalami gejala mual-mual, pusing hingga diare yang diduga akibat keracunan makanan yang dihidangkan saat syukuran toko bangunan.

SuaraBanten.id - Kabar 96 warga Kampung Sukamaju, Desa Cijaku, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak keracunan massal belakangan menjadi sorotan pembaca. Puluhan warga mengalami gejala mual-mual, pusing hingga diare yang diduga akibat keracunan makanan yang dihidangkan saat syukuran toko bangunan.

Selain kabar warga keracunan, pengakuan seorang santriwati dicabuli pimpinan ponpes atau pondok pesantren juga tak kalah menyita perhatian. Pimpinan ponpes cabul itu kini telah ditangkap polisi setelah bunga (bukan nama sebenarnya) melaporkan aksi bejad pelaku pada orangtuanya.

Yuk langsung saja kita simak secara lengkap dua berita tersebut dan tiga berita yang paling menyita perhatian pembaca SuaraBanten.id lainnya.

1. Warga Satu Kampung di Lebak Mendadak Mual dan Diare, Diduga Keracunan Makanan

Baca Juga: Warga Satu Kampung di Lebak Mendadak Mual dan Diare, Diduga Keracunan Makanan

ILUSTRASI warga satu kampung di Lebak dirawat akibat keracunan massal. [Suara.com/F Firdaus]
ILUSTRASI warga satu kampung di Lebak dirawat akibat keracunan massal. [Suara.com/F Firdaus]

Sebanyak 96 warga Kampung Sukamaju, Desa Cijaku, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak dikabarkan keracunan masal, Jumat (21/1/2022). Diduga kuat warga keracunan setelah memakan hidangan pada acara syukuran toko bangunan sehari sebelumnya.

Menurut informasi, 96 warga yang diduga keracunan itu mengalami gejala mual-mual, pusing hingga diare. Karenanya, satu persatu warga dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Cijaku untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca selengkapnya

2. Kap Mesin Berasap, Ford Titanium Terbakar di Tol Tangerang-Merak

minibus  Ford Titanium B-1875-KYZ terbakar di Tol Tangerang-Merak. [IST]
minibus Ford Titanium B-1875-KYZ terbakar di Tol Tangerang-Merak. [IST]

Sebuah mobil Ford Titanium dengan nomor polisi (Nompol) B-1875-KYZ yang dikendarai Novita terbakar di Tol Tangerang-Merak tepatnya di KM 72.400, Sabtu (22/1/2022) malam sekira pukul 18.10 WIB.

Baca Juga: Sering Murung, Santriwati Ini Ngaku Dicabuli Pimpinan Pondok Pesantren Berkali-kali

Insiden Ford Titanium terbakar itu di benarkan oleh Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto yang menyebut satu mobil ludes terbakar dalam peristiwa tersebut.

Baca selengkapnya

3. Menegangkan! Latihan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus Lumpuhkan Kelompok Bersenjata di Kantor Wali Kota Cilegon

Kelompok bersenjata menguasai Kantor Wali Kota Cilegon, Minggu (23/1/2022) dini hari.[SuaraBanten.id/Firasat Nikmatullah]
Kelompok bersenjata menguasai Kantor Wali Kota Cilegon, Minggu (23/1/2022) dini hari.[SuaraBanten.id/Firasat Nikmatullah]

Aksi baku tembak antara kelompok bersenjata yang menduduki Kantor Wali Kota Cilegon dengan personel Batalyon 13 Grup 1 Kopassus tak terelakan lagi.

Minggu (23/1/2022) dini hari sekira pukul 02.00 WIB Kantor Wali Kota Cilegon telah dikuasai oleh kelompok bersenjata yang menawan prajurit TNI dan pejabat pemerintah setempat.

Baca selengkapnya

4. Haikal Hassan Soal Video Viral Ditolak dan Diusir Saat Ceramah di Malang: Fitnah Sosmed

Pendakwah Haikal Hassan Baras.[Twitter/@haikal_hassan]
Pendakwah Haikal Hassan Baras.[Twitter/@haikal_hassan]

Ustaz Haikal Hassan alias Babe Haikal baru-baru ini angkat suara soal video berisi dirinya ditolak dan diusir saat ceramah di Malang dan Batu, Jawa Timur yag viral di media sosial.

Meski video viral yang memperlihatkan dirinya ditolak dan diusir, Haikal Hassan memastikan agenda ceramahnya kondusif.

Baca selengkapnya

5. Sering Murung, Santriwati Ini Ngaku Dicabuli Pimpinan Pondok Pesantren Berkali-kali

Ilustrasi pencabulan terhadap anak oleh orang terdekat di lingkungan. [Suara.com/Rochmat]
Ilustrasi pencabulan terhadap anak oleh orang terdekat di lingkungan. [Suara.com/Rochmat]

Seorang santriwati mengaku dicabuli pimpinan pondok pesantren alias ponpes baru-baru ini menyita perhatian publik. Kasus pelecehan di lingkungan Pondok Pesantren ini terjadi di salah satu pesantren yang berada di Kecamatan Bukit Tusam, Aceh Tenggara, Aceh.

Akibat aksi bejat pimpinan ponpes berinisial A terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya), pimpinan ponpes itu ditangkap aparat kepolisian. Aksi bejat A terungkap setelah Bunga melaporkan apa yang dia rasakaan kepada orangtuanya.

Baca selengkapnya

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait