facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hutang Rp1 Juta Sulistyawati Disekap Hingga Diancam Dibunuh dan Dimutilasi, Kajati Banten Cari Niat Jahat

Hairul Alwan Kamis, 13 Januari 2022 | 07:35 WIB

Hutang Rp1 Juta Sulistyawati Disekap Hingga Diancam Dibunuh dan Dimutilasi, Kajati Banten Cari Niat Jahat
ILUSTRASI penyekapan warga Tangerang yang diancam dibunuh dan dimutilasi. (Shutterstock)

Kelebihan pembayaran itu juga menjadi sorotan Kejaksaan Tinggi atau Kejati Banten yang akan menelusuri dan bertindak tegas ketika menemukan niat jahat dari temuan BPK tersebut

SuaraBanten.id - Kabar temuan BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan Banten terkait kelebihan pembayaran atas atas pekerjaan RSUD 8 lantai dan Banten Internasional Stadium (BIS) banyak menyita perhatian pembaca.

Kelebihan pembayaran itu juga menjadi sorotan Kejaksaan Tinggi atau Kejati Banten yang akan menelusuri dan bertindak tegas ketika menemukan niat jahat dari temuan BPK tersebut.

Selain itu, pemberitaan seorang ibu bernama Sulistyawati yang disekap hingga diancam dibunuh dan dimutilasi gara-gara hutang Rp1 juta juga tak kalah menyorot perhaian pembaca. Yuk langsung saja kita simak dua berita itu dan tiga berita populer Banten lainnya.

1. Soal Temuan RSUD 8 Lantai dan Banten Internasional Stadium, Kejati Banten: Kita Cari Niat Jahatnya

Baca Juga: Soal Temuan RSUD 8 Lantai dan Banten Internasional Stadium, Kejati Banten: Kita Cari Niat Jahatnya

Kajati Banten Reda Manthovani saat memberi keterangan kepada awak media. [IST/BantenNews]
Kajati Banten Reda Manthovani saat memberi keterangan kepada awak media. [IST/BantenNews]

Temuan BPK alias Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Banten terkait kelebihan pembayaran atas pekerjaan RSUD 8 lantai dan Banten Internasional Stadium (BIS) yang belakangan menjadi sorotan Kejaksaan Tinggi atau Kejati Banten.

Kepala Kejaksaan Tinggi atau Kajati Banten Reda Manthovani mengaku akan menelusuri dan bertindak tegas ketika menemukan niat jahat dari temuan BPK tersebut.

Baca selengkapnya

2. Disekap 12 Jam Gegara Hutang Rp1 Juta, Sulistyawati Diancam Dibunuh dan Dimutilasi

ILUSTRASI Sulistyawati disekap hingga diancam dibunuh dan dimutilasi gegara hutang Rp1 juta. (Shutterstock)
ILUSTRASI Sulistyawati disekap hingga diancam dibunuh dan dimutilasi gegara hutang Rp1 juta. (Shutterstock)

Malang betul nasib Sulistyawati (45) seorang ibu asal Kawasan Ciledug Indah II, Karang Tengah, Kota Tangerang meski menerima untuk disekap selama 12 jam karena tak mampu membayar hutang Rp1 juta. Tak hanya disekap ia juga diancam dibunuh dan dimutilasi saat penyekapan berlangsung.

Baca Juga: Disekap 12 Jam Gegara Hutang Rp1 Juta, Sulistyawati Diancam Dibunuh dan Dimutilasi

Menurut pengakuan Sulistyawati, ia disekap oleh pemberi hutang berinisial F pada Jumat (7/1/2022) sekira pukul 15.00 WIB hingga Sabtu (8/1/2022) dini hari sekira pukul 03.00 WIB.

Baca selengkapnya

3. Pondok Pesantren Darunnajah di Padarincang Serang Kebakaran, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Tangkapan layar kebakaran ponpes Darunnajah di Padarincang, Serang, Rabu (1/1/2022). [Instagram @infoserang]
Tangkapan layar kebakaran ponpes Darunnajah di Padarincang, Serang, Rabu (1/1/2022). [Instagram @infoserang]

Ponpes atau Pondok pesantren Darunnajah 4 di Kampung Cilengo, Desa Citasuk, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang terbakar, Rabu (12/1/2022).

Menurut informasi, Ponpes Darunnajah 4 itu terbakar diduga akibat korsleting listrik.

Baca selengkapnya

4. Polisi Ungkap Fakta Penemuan Bayi di Pontang Serang: Ada Luka di Tubuh Bayi

Penemuan bayi di Pontang, serang, selasa (11/1/2022). [IST/Bantennews]
Penemuan bayi di Pontang, serang, selasa (11/1/2022). [IST/Bantennews]

Warga Kampung Sombeng, Desa Kaserangan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang sempat geger dengan penemuan bayi terbungkus kain. Belakangan Kepolsek Pontang AKP Bapi Sartiman mengungkap fakta penemuan bayi tersebut.

Bayi yang diduga dibuang oleh orangtuanya itu ditemukan oleh warga sekitar di area pesawahan sekira pukul 10.00 WIB.

Baca selengkapnya

5. Geger Pria Tewas Tenggelam di Bekas Galian C Cikupa, Diduga Bunuh Diri

ILUSTRASI evakuasi mayat di bekas Galian C di Cikupa, Tangerang. [BPBD]
ILUSTRASI evakuasi mayat di bekas Galian C di Cikupa, Tangerang. [BPBD]

Seorang pria berinisial, J (38) ditemukan tewas akibat tenggelam di bekas Galian C, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Selasa (11/1/2022) sekira 7.30 WIB. Menurut informasi yang beredar pria yang ditemukan tewas itu diduga bunuh diri lantaran depresi.

Kapolsek Cikupa Kompol Indra feradinata mengatakan, pria itu diduga bunuh diri lantaran depresi karena masalah keluarga.

Baca selengkapnya

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait