Ditelanjangi Lalu Dibuang ke Jurang, Ini Kesaksian Marselinus Soal Penyerangan KKB Papua

Menurut keterangan salah satu nakes yang masih hidup, Marselinus Ola Atanila, nakes perempuan pada kejadian itu ditelanjangi lalu dibuang ke jurang.

Hairul Alwan
Minggu, 19 September 2021 | 09:39 WIB
Ditelanjangi Lalu Dibuang ke Jurang, Ini Kesaksian Marselinus Soal Penyerangan KKB Papua
Gabriella Meilani, nakes yang gugur akibat serangan KKB Papua. [IST]
Sejumlah bangunan terbakar di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin 13 September 2021 [KabarPapua.co / Dokumentasi Humas Polda Papua]
Sejumlah bangunan terbakar di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin 13 September 2021 [KabarPapua.co / Dokumentasi Humas Polda Papua]

Namun, kejadian yang terjadi ternyata berbanding terbalik. Sekitar pukul 09.00 WIT, terjadi letusan pertama kalinya di Pos Pamtas.

“Kami tidak mengira akan terjadi penyerangan terhadap nakes. Pada pukul 09.05 WIT, KKB mulai menghancurkan puskesmas dan menyiram bensin keliling gedung, membakarnya.”

Sekitar pukul 09.07 WIT, kata Marselinus, KKB mulai menuju ke barak dokter yang bersebrangan dengan puskesmas.

KKB melancarkan aksinya dengan menghancurkan kaca jendela kemudian menyiram bensin dan membakar.

Baca Juga:Kolonel KKB Papua Tewas Ditembak TNI di Pegunungan Bintang

Di dalam barak dokter tersebut, terdapat lima orang nakes, yakni Dokter Restu Pamanggi, Mantri Lukas Luji Parta, Suster Siti Khodija, dan Mantri Martinus Deni Satya.

Para nakes yang selamat dari serangan KKB Papua di Kiwirok. [ANTARA]
Para nakes yang selamat dari serangan KKB Papua di Kiwirok. [ANTARA]

Pada saat pukul 09.10 WIT, KKB semakin brutal dengan memasuki barak dokter dan menyerang nakes yang ada di dalamnya.

Merasa diserang, nakes tersebut lari berhamburan keluar dari barak secara terpisah.

“Dokter Restu sempat diadang dan dipukul dengan besi, kemudian digiring ke jurang dan ditendang ke jurang,” urai Marselinus.

Sedetik kemudian, KKB menuju ke barak nakes yang kedua di mana terdapat dirinya bersama Mantri Manuel Abi, Mantri Lukas Luji Patra, Suster Kristina Sampe Tonapa, Suster Katriyanti Tandila, dan juga almarhum Suster Gabriella Melani.

Baca Juga:Sambil Tersedu, Nakes Cerita Kebrutalan KKB Papua di Kiwirok

“Merasa terancam, saya dan rekan-rekan lain bersembunyi di dalam WC, namun keberadaan kami diketahui sehingga kami berusaha menyelamatkan diri dengan berlari sekuat tenaga.”

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini