Dokter Lois Owien Sebut Obat Covid-19 Beracun, Begini Penjelasan di Baliknya?

Dokter Lois Owien sebut obat Covid-19 beracun. Obat rekomendasi WHO dan BPOM itu tidak aman alias beracun.

Hairul Alwan
Senin, 12 Juli 2021 | 07:15 WIB
Dokter Lois Owien Sebut Obat Covid-19 Beracun, Begini Penjelasan di Baliknya?
ILUSTRASI Pasien Coovid-19. [Suara.com/Angga Budhiyanto]
dr Lois tak percaya Covid-19 dan sebut obat rekomendasi WHO dan BPOM beracun. [Twitter]
dr Lois tak percaya Covid-19 dan sebut obat rekomendasi WHO dan BPOM beracun. [Twitter]

Bukan saja tak percaya Covid-19, dr Lois Owien juga sempat mengucapkan syukur apabila ada tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar covid diberi obat sesuai rekomendasi WHO dan Kemenkes.

Tangkapan layar cuitan dr Lois Owien yang bersyukur nakes terpapar Covid-19 tersebut diunggah seorang pengguna Twitter _K3raSakti_ dan ikut dibagikan Mantan Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean, seperti dilihat pada Minggu 11 Juli 2021.

Berdasarkan tangkapan layar kicauan dr Lois di media sosial Twitter pribadinya itu, tampak wanita dokter ini mengucapkan syukur apabila nakes terpapar Covid-19 usai dicek peralatan medis yang disebutnya dengan istilah ‘alat setan’.

“Syukurin kalau Nakes-Nakes LOL itu ‘terpapar Virus’ akibat dicek-cek alat setan!,” tulis dr Lois Owen dalam foto tangkapan layar tersebut.

Baca Juga:Viral Dokter Lois Owien Tak Percaya Covid: Nakes Terpapar Gegara Dicek Alat Setan

Ia pun menyarankan agar para nakes yang positif terpapar covid tersebut segera diberikan obat-obatan yang berasal dari Kemenkes berdasarkan rekomendasi WHO dan BPOM.

“Segera saja mereka itu diberikan obat-obat yang ada di Protokol Kemenkes rekomendasi WHO dan BPOM yang katanya aman,” ungkapnya.

Menurut dr Lois Owien, obat-obatan dari Kemenkes berdasarkan rekomendasi WHO dan BPOM itu tidak aman alias beracun.

“Setelah mereka minum obat beracun itu, mereka dengan tololnya berkata: Covid ini nyata!,” ujarnya.

Baca Juga:Viral Wanita Telanjangi Pacar di Mal, Ngamuk Gegara Tak Dibelikan Baju dan Sepatu

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini