Lain Pendapat, Ulama Arab Abdullah bin Sulaiman Bolehkan Salat di Gereja

Anggota Dewan Ulama Arab Saudi bernama lengkap Abdullah Bin Sulaiman Al-manea tak melarang salat di sinagog Yahudi.

Hairul Alwan
Kamis, 06 Mei 2021 | 02:35 WIB
Lain Pendapat, Ulama Arab Abdullah bin Sulaiman Bolehkan Salat di Gereja
Abdullah bin Sulaiman Al-Manea [Arab News]

SuaraBanten.id - Lain pendapat ulama Arab Abdullah bin Sulaiman Bolehkan Salat di Gereja. Anggota Dewan Ulama Arab Saudi bernama lengkap Abdullah Bin Sulaiman Al-manea tak melarang salat di sinagog Yahudi.

"Setiap muslim, Syiah dan Sunni, boleh salat di masjid-masjid satu sama lain, maupun di masjid kaum Sufi. Salat juga dibolehkan di gereja-gereja, maupun sinagog," demikian fatwa Sulaiman seperti dilansir surat kabar Al-Anba' Kuwaiti dan dikutip laman Arab News, Jumat (10/11/2017).

Abdullah Bin Sulaiman Al-manea memastikan seluruh tempat itu suci sebagai tempat salat karena seluruh tanah di Bumi adalah milik Tuhan.

Abdullah Bin Sulaiman Al-manea mengutip pernyataan Nabi Muhammad SAW, "Bumi telah dijadikan tempat sujud dan sarana pemurnian bagi saya," ungkapnya.

Baca Juga:Ustaz Ahong Soal Ngafir-ngafirin Ulama: Sahabat Umar Juga Pernah ke Gereja

Ia menuturkan, fatwa itu harus dipatuhi karena intinya ingin agar umat Muslim menanggalkan penafsiran-penafsiran radikal mengenai Islam, yang lekat dengan aksi-aksi teroristik.

Sulaiman menegaskan, Islam mengajarkan hidup berdampingan secara damai dengan penganut agama lainnya, bukan justru menciptakan kekerasan.

“Dalam aqidah, semua Muslim tidak boleh berbeda. Tapi pada cabang-cabangnya, perbedaan itu dimungkinkan dan suatu hal yang wajar serta harus saling menghormati,” tuturnya.

Sulaiman mengutip persistiwa bersejarah saat Nabi Muhammad menerima delegasi orang-orang Kristen dari Najran, untuk menunjukkan hidup rukun dengan orang non-Muslim,

“Dalam pertemuan di masjid itu, Nabi Muhammad mengizinkan orang-orang Kristen dari Najran itu melakukan ibadah mereka menghadap Yerusalem. Itulah contoh toleransi antarumat beragama,” tuturnya.

Baca Juga:Kritik UYM, Gus Umar: Kalau Semua Ustaz Seperti Dia Sesat Negara Ini

“Agama Islam bisa menyebar di banyak negara, seperti di Indonesia dan Malaysia, karena perilaku baik dari pedagang-pedagang Muslim. Perilaku baik itulah yang menarik perhatian warga negeri-negeri itu memeluk Islam. Bukan perilaku kekerasan,” tandasnya.

REKOMENDASI

News

Terkini