facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dokter Buat Konten Mesum di Tiktok, Begini Nasibnya Sekarang

Hairul Alwan Jum'at, 23 April 2021 | 03:56 WIB

Dokter Buat Konten Mesum di Tiktok, Begini Nasibnya Sekarang
dr. Kevin Samuel Marpaung pembuat konten mesum di Tiktok (kiri) [Ist]

Tampak video mulai menyorot wajah dokter tersebut dengan sorot mata yang tajam, mengerutkan alis, dan mengulum dan mengigit bibir sendiri.

SuaraBanten.id - Seorang dokter bernama dokter Kevin Samuel Marpaung baru-baru ini viral di media sosial Tik tok. dr. kevin viral setelah buat konten mesum di Tiktok.

Dalam video unggahannya, Kevin terlihat mengenakan jas putih khas dokter dengan mengalungkan stetoskop, juga sarung tangan dalam keadaan steril.

Berdasarkan keterangan video, Kevin memerankan sebagai dokter obgyn yang diminta untuk mengecek pembukaan serviks persalinan.

Tampak video mulai menyorot wajah dokter tersebut dengan sorot mata yang tajam, mengerutkan alis, dan mengulum dan mengigit bibir sendiri.

Baca Juga: Toleransi Tingkat Dewa! Dua Artis Kristen Ikut Puasa, Alasan Bikin Takjub

Kedua jarinya mulai diacungkan, dengan latar musik disko lewat efek pancaran lampu berkelap-kelip.

Melansir dari akun Twitter @JakaWiradinata, video ini mendapat tanggapan dari warganet sebanyak 3.000 lebih komentar. Meski sudah ada klarifikasi minta maaf dari dokter Kevin tersebut.

Atas video unggah Kevin, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jakarta Selatan akhirnya menjatuhkan sanksi kepada dokter Kevin Samuel Marpaung setelah menghebohkan dengan membuat konten mesum ibu melahirkan melalui aplikasi, TikTok.

Dalam kasus ini, dokter Kevin dijatuhi sanksi selama 6 bulan karena terbukti melanggar etika profesi sebagai seorang dokter.

Sanksi enam bulan itu disampaikan Ketua IDI Jakarta Selatan, M. Yadi Permana di Kantor IDI Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021). Namun IDI tak menjelaskan secara rinci soal sanksi 6 bulan yang dijatuhkan kepad dokter Kevin.

Baca Juga: Hamil Lima Minggu, Nathalie Holscher Mewek Depan Dokter

"Maka IDI cabang Jakarta Selatan telah mengenakan sanksi kepada yang bersangkutan sesuai dengan kategori pelanggaran sanksinya termasuk kategori satu dan kategori dua yang terukur, tentu selama 6 bulan," kata Yadi.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait