SuaraBanten.id - Larangan Mudik Lebaran 2021 oleh Pemerintah Pusat tidak sepaket dengan larangan mengunjungi tempat wisata saat liburan. Tempat wisata tetap dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Gubernur Banten Wahidin Halim alias WH mengaku dilema dengan kebijakan pelarangan mudik lebaran 2021 namun tempat wisata tetap dibuka.
“Mudik dilarang pemerintah (pusat) kita taati. Ibadah (selama Ramadan) dibolehkan kita taati. Kita imbau kepada pemudik bahwa mudik dilarang, kan (memang) ada kajian juga. Kalau wisata dibolehkan ini seperti Covid-19 dan ekonomi seperti dua mata sisi uang,” ujar WH saat ditemui di rumah dinasnya kepada BantenNews.co,id, Kamis (8/4/2021).
Wahudin Halim meminta ketegasan pemerintah pusat terkait kebijakan pelarangan mudik dan pembukaan tempat-tempat wisata.
Baca Juga:Idap Tumor Payudara, Istri Pedagang Pempek di Menes Tak Punya Biaya Berobat
“Pilihannya satu dilarang yah dilarang. Kalau ngga jadi kesulitan kita. Implementasinya gimana? Apakah satu-satu? Lah orang (pergi) ke pantai gimana ngatur protokol kesehatannya, dan ini yang jadi kesulitan di daerah,” katanya.
Wahidin Halim menuturkan, petugas di lapangan cukup kesulitan dalam penerapan protokol kesehatan di tempat wisata.
“Tapi di lapangan ada kesulitan dalam hal memahami dan implementasi. Kalau (warga) kota sih ngga masalah. Tapi kalau dari kampung langsung ke pantai, langsung buka baju, berkumpul bagaiman menanganinya? Padahal protokol kesehatan bankunya sudah ada. Dan ini jadi persoalan bagi kita,” ujar WH.
Saat dikonfirmasi terkait mudik, WH juga mengaku Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan secepatnya membuat himbauan dan langkah-langkah strategis. Hal itu menyusul adanya Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) yang melarang aktivitas Mudik Lebaran Tahun 2021.
“Untuk saat ini, meski larangan mudik telah final, namun regulasinya masih menunggu secara resmi untuk diterbitkan. Sebagai Pemerintah Daerah kita ikuti. Kita taat pada kebijakan pemerintah pusat. Mudik dilarang ya kita ikuti,” jelasnya.
Baca Juga:Fantastis, Raffi Ahmad Blak-blakan Habiskan Rp500 Miliar Buat Bisnis Bola
“Kita akan buat himbauan yang kita sampaikan kepada masyarakat. Keluarnya keputusan ini tentunya telah melalui kajian-kajian dari Pemerintah Pusat,” sambungnya.
- 1
- 2