alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Idap Tumor Payudara, Istri Pedagang Pempek di Menes Tak Punya Biaya Berobat

Hairul Alwan Jum'at, 09 April 2021 | 07:45 WIB

Idap Tumor Payudara, Istri Pedagang Pempek di Menes Tak Punya Biaya Berobat
Anis (41) istri pedagang pempek di Menes Pandeglang menderita tumor payudara (BantenNews.co.id)

Awalnya kami tenang semoga aja besok atau lusa bisa sembuh tapi lama-lama malah makin membesar (bengkak) payudaranya," ungkap Yanti.

SuaraBanten.id - Idap tumor payudara Anis (41) istri pedagang pempek di Menens, Pandeglang tak punya biaya untuk berobat. Ia kini hanya bisa terbaring lemas di tempet tidurnya sambil merasakan kesakitan.

Diketahui, Anis merupakan warga Cipurut, Desa Sanghiang Dengdek, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang.

Sakit yang diderita Anis pada payudara bagian kiri sudah dialami sekira satu tahun terakhir. Namun, lantaran tak punya uang untuk berobat dan konsultasi ke dokter, keluarga hanya membawa Anis ke Pengobatan tradisional dan Puskesmas saja.

Pihak keluarga Anis sempat membawa Anis untuk konsultasi dan berobat ke Puskesmas. Namun, awalnya pihak rumah sakit hanya mengira penyakit yang diderita Anis disebabkan lantaran menyusui namun tidak keluar.

Baca Juga: Miris! Pasutri Tinggal Beratap Terpal Cuma Berpenghasilan Rp12 Ribu Sehari

Saat itu, pihak keluarga merasa sedikit teneng mendengar penjelasan petugas kesehatan yang memeriksa Anis. Kecemasan keluarga mulai muncul kembali saat lama kelamaan payudara korban membengkak dan timbul gejala lain seperti ruam kaki dan rambut mengalami kerontokan.

“Awalnya kami tenang semoga aja besok atau lusa bisa sembuh tapi lama-lama malah makin membesar (bengkak) payudaranya. Sakitnya yang lain itu kaya ruam kaki, merah dan rambutnya rontok. Dugaan sementara kaya tumor,” kata Yanti (20), keponakan Anis saat dihubungi BantenNews.co.id-Jaringan SuaraBanten.id, Kamis (8/4/2021).

Dugaan tersebut juga dipertegas oleh puskemas setempat yang menyatakan bahwa penyakit yang diderita oleh korban merupakan tumor dan harus dilakukan penanganan di rumah sakit dan tidak bisa di puskesmas. Namun keluarga mengeluhkan biaya yang harus dikeluarkan karena jumlahnya cukup besar.

“Sempat konsultasi ke puskemas dan katanya iya tumor dan harus dibawa ke rumah sakit besar yang ada di Pandeglang atau di Serang. Nah untuk biaya katanya minimal Rp40 juta tapi itu baru minimal, sementara keluarga bukan tidak mau tapi memang benar-benar tidak mampu,” jelasnya.

Yanti melanjutkan, selama ini mata pencaharian sang suami hanya menjual pempek di daerah Menes. Akan tetapi setelah sang istri menderita sakit pekerjaan tersebut terpaksa ditinggalkan karena ingin fokus merawat sang istri.

Baca Juga: Tolong Bupati Irna, Ada Warga Pandeglang Tinggal di Rumah Beratap Terpal

“Ia penjual mpek-mpek di daerah Menes Pandeglang tapi semenjak istrinya sakit suaminya berhenti jualan jadi engga punya pendapatan sama sekali,” ucapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait