Astagfirullah! Sudah Kecil, Gaji Guru Honorer di Tangerang Belum Cair

Mereka mengeruduk DPRD Kabupaten Tangerang lantaran merasa kesehteraannya terabaikan.

Hairul Alwan
Rabu, 17 Maret 2021 | 07:34 WIB
Astagfirullah! Sudah Kecil, Gaji Guru Honorer di Tangerang Belum Cair
Ilustrasi Guru honorer ANTARA FOTO/ Reno Esnir

SuaraBanten.id - Kesejahteraan guru honorer di Kabupaten Tangerang jauh dari kata layak jika dibandingkan dengan para guru ASN.

Sudah gaji kecil, para guru honorer bahkan belum menerima gaji selama tiga bulan terakhir. hal tersebut lantaran Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) sebagai pembayaran honor bagi Guru Non-ASN tersebut belum juga dicairkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Sejumlah guru yang tergabung dalam Forum Persatuan Guru Honor se-Kabupaten Tangerang mengadukan nasibnya ke Komisi II DPRD kabupaten Tangerang. Mereka mengeruduk DPRD Kabupaten Tangerang lantaran merasa kesehteraannya terabaikan.

Salah seorang guru honorer M. Hafis mengatakan, sedikitnya ada empat poin yang dibahas dalam pertemuan para guru honorer dengan Komisi II yang juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.

Baca Juga:Dua Bulan Tenaga Honorer Belum Gajian, Bupati Jember: Cari Solusi Tepat

Pertama, kata dia, terkait dana BOP yang sudah tiga bulan belum dicairkan. Besarannya, tergantung dari masa kerja yakni 0-5 tahun sebesar 1 Juta, 5-10 tahun 1,3 juta, 10-15 1,6 juta, dan masa kerja lebih 15 tahun menerima 2 juta rupiah.

“Untuk BOP ini tadi Dinas Pendidikan menyatakan bahwa mereka masih melakukan pembenahan terkait standar karena perbupnya sudah dirubah harus S1. Menurut mereka, saat ini ada 429 tenaga honor yang belum S1 dan dialihfungsikan menjadi tenaga kependidikan dan itu baru 95 persen, alasan mereka itu kendalanya,” ungkapnya kepada Bantenhits.com (Jaringan SuaraBanten.id).

Selain masalah macetnya dana BOP, dalam pertemuan itu para guru juga mengadukan soal keterlambatan pencairan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) Reguler yang telah terjadi selama beberapa bulan.

“Yang kedua masalah bosreg di sekolah-sekolah juga belum pada cair sehingga menghambat ekonomi kita selaku guru honor yang sudah beberapa bulan tersendat,” ujarnya

Tak hanya itu, para guru honorer ini juga menginginkan adanya peningkatan atau standar minimum gaji yang diterima.

Baca Juga:Dua Bulan Honorer Pemprov Sulsel Belum Gajian, Sudirman : Bayar Cepat !

“Selama ini sekolah-sekolah itu berbeda ada yang 1 jamnya 20 ribu ada yang 1 jam nya 40 ribu. Pengennya seperti kota Tangsel bahkan sudah ada BOP duluan yang jumlahnya lebih besar dari Kabupaten,” urainya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini