alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen, Pedagang di Pasar Badak Pandeglang Merugi

RR Ukirsari Manggalani Jum'at, 12 Februari 2021 | 19:05 WIB

Cuaca Ekstrem dan Gagal Panen, Pedagang di Pasar Badak Pandeglang Merugi
Pedagang cabai di pasar tradisional Jembatan Lima, Jakarta. Sebagai ilustrasi kenaikan harga komoditi pangan [Suara.com].

Harga komoditas pangan meroket, utamanya cabai merah yang perlahan menuju Rp100.000!

SuaraBanten.id - Akibat cuaca ekstrem, terjadi bencana banjir, petani pun mengalami gagal panen. Bahan pangan menjadi langka, harga naik, dan pedagang pun rugi terkena imbasnya. Inilah situasi yang terjadi kekinian. Termasuk di Pasar Badak Pandeglang.

Dikutip dari BantenHits, jaringan SuaraBanten.id, harga komoditas sayuran di Pasar Badak, Pandeglang, mengalami kenaikan secara sgnifikan. Pemicunya adalah cuaca buruk yang mengakibatkan bencana banjir, sehingga para petani mengalami gagal panen.

Alhasil, komoditi yang tersedia mengalami lonjakan harga di pasaran. Seperti harga jual bawang merah sekitar empat hari silam mengalami kenaikan hingga harga mencapai Rp30.000 per kg dari harga semula Rp20.000.

Tomat per kg dari Rp5.000 dan kini melambung menjadi Rp8.000, sedangkan puncaknya adalah harga cabai merah yang meroket hingga Rp80.000.

Baca Juga: Awas! Cuaca Ekstrem Berpotensi Bencana, BMKG Minta Banyumas Raya Waspada!

"Musim hujan, jadi gagal panen untuk bawang. Susah menjemurnya," jelas Roni Mulyana, pedagang di Pasar Badak Pandeglang, Kamis (11/2/2021).

Membubungnya harga-harga dagangan tadi membuat para penjual mengalami kesulitan untuk menjualnya kepada konsumen. Ujung-ujungnya kerugian terjadi, karena stok barang mulai membusuk akibat tidak dibeli.

Roni Mulyana berharap agar pemerintah daerah dapat membantu menstabilkan harga sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan ini. Tujuannya, agar perekonomian pedagang kembali normal di saat pandemi Covid-19.

"Harapan saya, harga bisa turun. Sekarang pun saya mengambil barang dikira-kira dahulu, tidak banyak," tandasnya.

Seorang penjual nasi padang yang memilih anonim menyatakan bahwa ia terpaksa mengurangi porsi hidangan yang dijualnya. Terlebih menyimak harga cabai merah yang nyaris menyentuh Rp100.000.

Baca Juga: Wartawan Diduga Dibunuh di Pandeglang Bukan dari Pokja Wartawan Tangerang

"Bumbu mahal, bila ingin berjualan ya mau tidak mau porsi harus diperkecil," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait