alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Stok Melimpah, Harga Kedelai di Serang Malah Makin Naik

M Nurhadi Rabu, 13 Januari 2021 | 17:36 WIB

Stok Melimpah, Harga Kedelai di Serang Malah Makin Naik
ILUSTRASI-Pekerja membersihkan kacang kedelai saat produksi tahu di salah satu pabrik tahu di kawasan Duren Tiga, Jakarta, Selasa (5/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Kepala Bidang Perdagangan pada Diskoperindag Kabupaten Serang, Tohiri menjelaskan, kenaikan harga sudah terjadi sejak wabah Covid-19 merebak di Serang.

SuaraBanten.id - Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang menyebutkan, terkini harga kacang kedelai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Serang berada di angka Rp10 ribu per kilogram.

Dengan harga tersebut, dapat disimpulkan bahwa saat ini harga kedelai naik cukup drastis jika dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp6.500 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan pada Diskoperindag Kabupaten Serang, Tohiri menjelaskan, kenaikan harga sudah terjadi sejak wabah Covid-19 merebak di Serang.

Ia juga menyebut, pada Natal dan tahun baru tidak terlalu berdampak pada harga komoditas pasar di Serang.

Baca Juga: Politisi PDIP Tolak Vaksin Covid-19, Wali Kota Padang Beri Jawaban Menohok

“Kenaikan sebenarnya sejak adanya Covid-19, tadinya Rp6500 per kilogramnya. Kemarin itu menjelang hari libur sebenernya bukan di bahan baku, akan tetapi tempenya yang kurang di pasar dikarnakan pengrajinnya banyak tidak produksi disertai keterlabatan impor terkait keamanan kurang kondusif,” kata Tohiri saat dikonfirmasi wartawan BantenHits.com (jaringan Suara.com), Rabu (13/1/2021).

Ia menambahkan, ketersediaan‎ kacang kedelai masih cukup banyak. Bahkan, pasokan dibeberapa distributor masih terdapat puluhan ton kacang kedelai.

Selain itu, ia juga mengaku, secara rutin senantiasa melakukan pemantauan harga di pasar-pasar tradisional yang berada di wilayah kerjanya.

“Distributor adanya di Kota Serang. Stok cukup, di Toko Haji Jarimi Cipocok ada 18 ton, di Kopti Serang Kramatwatu 20 ton,” pungkasnya.

Baca Juga: Benarkah China dan Luhut Rencanakan Pembunuhan Massal pada Pribumi?

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait