Bungkil Kedalai Asal Argentina di Cilegon Diduga Bawa Serangga Berbahaya

Delia platura berbahaya bagi tumbuhan karena dapat menyebabkan kerusakan pada biji maupun benih jagung dengan memakan bagian dalam.

M Nurhadi
Selasa, 22 Desember 2020 | 07:27 WIB
Bungkil Kedalai Asal Argentina di Cilegon Diduga Bawa Serangga Berbahaya
Ilustrasi laboratorium (Unsplash)

SuaraBanten.id - Pengawasan ditingkatkan Karantina Pertanian Cilegon terhadap lalu lintas media pembawa Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina (OPTK) di Pelabuhan Cigading, Kota Cilegon.

Salah satunya bungkil kedelai asal Argentina dan biji jagung dari Amerika Serikat. Sebelumnya, ditemukan serangga Delia platura yang merupakan OPTK A1 dari kedua negara tersebut.

Saat stadium belatung serangga ini dapat menyebabkan kerusakan pada biji maupun benih jagung dengan memakan bagian dalam atau isi jagung hingga menyebabkan kerusakan kecambah benih.

Tidak hanya jagung, Delia platura juga menyerang berbagai macam tanaman hortikultura termasuk kacang-kacangan (Phaseolus spp.), Kacang polong (Pisum spp.), Ketimun (Cucumis sativus), melon (Cucumis melo), bawang merah (Allium cepa), merica (Capsicum annuum), kentang ( Solanum tuberosum), dan sayuran lainnya.

Baca Juga:Buntut Rebutan Warisan, Jenazah Diego Maradona Terancam Diawetkan

Rani Dessy Karyani, Analis Karantina Tumbuhan mengatakan, lalat dewasa berwarna abu-abu kecoklatan menyerupai lalat rumahan dan ditandai dengan tiga garis di punggungnya. 

“Larva tanpa kaki (belatung) berwarna putih kotor dengan corak kuning, silindris dan bentuk meruncing. Belatung dewasa panjangnya 0,50 sampai 0,63 cm (centi meter) dan memiliki kepala runcing dengan dua kait mulut berwarna hitam. Perutnya tumpul dengan dua spirakel coklat sampai hitam di ujung posterior,” ujarnya melalui siaran tertulis melansir Bantennews, Selasa (22/12/2020).

Rani juga menjelaskan, satu serangga dewasa dapat menghasilkan sekitar 100 telur yang diletakkan pada tanah, khususnya pada bahan-bahan organik. 

Dengan rentang 2-4 hari, telur tersebut menetas, butuh tiga hingga empat minggu bagi telur untuk menjadi dewasa. Sementara, pada suhu 23 derajat Celsius diperlukan waktu 24 hingga 25 hari.

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi menegaskan, pengawasan karantina terhadap lalu lintas media pembawa OPTK telah dilakukan dengan cepat cermat dan akurat berdasarkan Undang-undang dan peraturan perkarantinaan yang berlaku.

Baca Juga:Biografi Lionel Messi, Awal Karier hingga Kekayaannya

”Pejabat Karantina Pertanian Cilegon juga telah difasilitasi dengan peralatan di lapangan dan laboratorium yang berupa alat dengan spesifikasi tinggi, sehingga kami yakin tidak ada OPTK yang lolos dari pengawasan termasuk Delia platura ini,” pungkas Arum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak