alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Digital Forensik Video Porno Mirip Gisel Sudah Keluar

Pebriansyah Ariefana | Yuliani Senin, 16 November 2020 | 20:33 WIB

Digital Forensik Video Porno Mirip Gisel Sudah Keluar
Cocoklogi video panas Gisel

Polisi memeriksa ponsel penyebar video porno mirip Gisel.

SuaraBanten.id - Digital forensik video porno mirip Gisel sudah keluar. Polisi memeriksa ponsel penyebar video porno mirip Gisel tersebut lewat Twitter.

Hal itu dipastikan Ditreskirmsus Polda Metro Jaya yang menyelidiki video porno mirip Gisel atau Gisella Anastasia.

Kekinian, penyidik baru berhasil mendapatkan hasil forensik digital telepon genggam milik kedua tersangka penyebar video, yakni PP dan MN. Polisi juga mencurigai ada satu akun media sosial lagi yang juga menyebar secara masif video berdurasi 19 detik itu.

"Handphone kedua tersangka sudah keluar dari forensik dan ada satu akun masih didalami penyidik cyber krimsus yang sepertinya (akun) ini lebih masif lagi menyebarkan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di kantornya, Senin (16/11/2020).

"Karena ini kita kejar penyebar masifnya sambil berjalan penyebar pertamanya. Termasuk yang di dalam video itu masih kita dalami," kata dia lagi.

Baju yang dipakai Gisella Anastasi (kanan) disebut mirip dengan baju yang dikenakan perempuan mirip Gisel (kiri). [Instagram]
Baju yang dipakai Gisella Anastasi (kanan) disebut mirip dengan baju yang dikenakan perempuan mirip Gisel (kiri). [Instagram]

Mengembangkan keterangan dua tersangka itu, Gisella Anastasia akan dipanggil. Polisi menjadwalkan pemeriksaan ibu satu anak itu pada Selasa (17/11/2020) besok pukul 10.00 WIB.

"Menyangkut dua tersangka yang kita amankan besok kita akan memanggil seorang inisial GA sebagai saksi jam 10 kita undang ke sini," katanya.

Hanya saja, Yusri menghimbau pada masyarakat agar jangan menduga ihwal siapa pemeran di dalam video syur tersebut. Polisi sendiri mengendepankan asas praduga tak bersalah dalam kasus video syur mirip Gisel ini.

"Jangan kita berandai-andai kalau memang betul si A kita katakan A. Jadi jangan berandai, asas praduga bersalah masih kita kedepankan," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait