SuaraBanten.id - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menganggap jika sanksi penahanan yang diberikan kepada anggota TNI Sersan Kepala (Serka) Boby Dwi Septiadi (BDS) terlalu sewenang-wenang. Serka Boby ditahan setelah video saat dirinya menyanyi untuk Habib Rizieq Shihab viral di media sosial.
Terkait hal itu, Munarman pun mempertanyakan soal doktrin keliru yang diberikan kepada para anggota TNI.
"Apakah doktrin yang mau ditanamkan kepada para prajurit adalah doktrin anti ulama dan anti agama? Ngawur itu proses hukumnya, sewenang-wenang dan zalim itu," kata Munarman kepada Suara.com, Jumat (13/11/2020).

Munarman menilai kalau pihak yang meminta prajurit TNI itu diproses hukum kurang kerjaan.
Baca Juga:Rumah Mau Digeruduk, Nikita Tantang Pendukung Rizieq: Yuk...Gue Open House
"Yang memerintahkan proses hukum terhadap prajurit tersebut kurang kerjaan," kata Munarman.
Munarman kemudian mempertanyakan ketika seseorang mengekspresikan kecintaannya terhadap ulama malah dianggap sebagai 'kesalahan' yang mesti dipertanggungjawabkan.
"Apakah mencintai ulama itu kejahatan yang perlu diberantas?" tanyanya.

Sebelumnya diberitakan kalau pria ini juga diduga sebagai perekam dan pengunggah video nyanyi-nyanyi mendukung Habib Rizieq Shihab yang diunggah oleh akun Twitter @digeeembokFC.
“Marhaban pemimpin FPI Allah..Allah. Disambut prajurit TNI Allah… Allah, Marhaban ahlan wa sahlan… Marbahan Habib Rizieq Syihab. Takbir!!! Allahu Akbar,” demikian nyanyian prajurit TNI AU dengan mengepal tangan kanannya dalam video tersebut.
Baca Juga:PA 212 Percaya Pandemi Corona Mereda Setelah Habib Rizieq Pulang
Kadispen TNI AU (Kadispenau) Marsma Fajar Adriyanto menyebut kasus yang bersangkutan sudah masuk ke tahap penyidikan.
- 1
- 2