"Saya mau gitar balik lagi, itu boleh dikasih orang buat saya nyari makan," ujarnya.
Rekan Ade, Davit menjelaskan, mulanya gitar yang disita ada 3. 2 gitar berjenis ukulele telah dikembalikan. Sementara, gitar berukuran besar dengan merk Yamaha tidak ada.
"Kita samperin ke Satpol PP. Kita sempat debat dengan mereka, akhirnya 2 gitar ukulele. Tapi gitar yang Yamaha yang mahal enggak ada," ungkapnya.
Suara.com mencoba mengkonfirmasi ihwal persoalan ini kepada Satpol PP Kota Tangerang. Kepala Bidang Ketertiban Umum (Trantibum) pada Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Gapito De Arajuno mengaku jajarannya memang benar telah melakukan razia dikawasan tersebut.
Baca Juga:Megawati Cium Bau Asap saat Detik-Detik Pabrik Biskuit Tangerang Terbakar
Namun, Gapito tak mengakui kalau jajarannya telah menyita gitar Ade.
"Saya sudah tanya anggota enggak ada yang menyita gitar itu. Makannya kita cari di ruangan enggak ada. Anggota alap-alap (sebutan untuk petugas Trantibum) yang nyita taro diruangan yang kemarin kita cek bareng-bareng, " kata Gapito.
Namun, saat diminta untuk mempertemukan antara Anjal dengan petugas Satpol PP yang merazia Gapito enggan berkomentar. Padahal, bermaksud agar persoalan ini selesai.
Kontributor : Irfan Maulana
Baca Juga:Duh! 26 Anak Punk Terjaring Razia Satpol PP di Aceh