Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ngeri-ngeri Sedap Bisnis Sorabi di Banten, Cuan Rp 4 Juta Sebulan

Pebriansyah Ariefana Minggu, 18 Oktober 2020 | 07:10 WIB

Ngeri-ngeri Sedap Bisnis Sorabi di Banten, Cuan Rp 4 Juta Sebulan
Penjual sorabi atau serabi (Suara.com/Sofyan Hadi)

Resep turun menurun.

SuaraBanten.id - Kue sorabi atau serabi mungkin sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Ya, panganan berbentuk bulat yang berbahan dasar tepung beras ini mungkin menjadi kuliner khas dari tataran Sunda yang sudah melegenda.

Sebagai salah satu jajanan tradisional yang berasal dari daerah Jawa Barat.

Ada dua jenis sorabi, yaitu serabi manis yang menggunakan kinca (gula merah cair) dan sorabi asin dengan atau tanpa taburan oncom yang telah dibumbui di atasnya.

Penjual sorabi atau serabi (Suara.com/Sofyan Hadi)
Penjual sorabi atau serabi (Suara.com/Sofyan Hadi)

Pun begitu bagi masyarakat di Provinsi Banten. Sebagai daerah otonom baru dari Provinsi Jawa Barat, kue sorabi sudah sangat dikenal sejak lama, meski ada sebagian masyarakat di Banten yang lebih mengenalnya dengan nama kue soroboha.

Sementara di Kota Serang, berkembangnya zaman membuat kue-kue tradisional seperti kue sorabi dirasa makin sulit untuk ditemukan dijual di pasaran.

Justru, masyarakat Kota Serang akan lebih mudah menjumpai para penjual kue-kue modern macam brownies, tart, martabak, hingga kebab yang merupakan makanan khas Timur Tengah.

Penjual sorabi atau serabi (Suara.com/Sofyan Hadi)
Penjual sorabi atau serabi (Suara.com/Sofyan Hadi)

Namun hal itu tidak mempengaruhi Ibu Saca (50) warga Kampung Kebaharan Dukuh, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Lebih dari 20 tahun, wanita paruh baya itu masih setia untuk menjual kue sorabi.

Hal itu dilakukan bukan hanya untuk mencari nafkah semata, namun sebagai upaya dirinya menjaga kelestarian makanan tradisional.

"Kalau Ibu sih pegang amanat orang tua, kalau makanan zaman dulu jangan sampai ditinggalkan," ucapnya ditemui ditempat jualannya, Sabtu (17/10/2020) sore, di Jalan Ayip Usman, Lopang, Kota Serang.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait