Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bentrok dengan Polisi, Mahasiswa Kukuh Bertahan Minta Rekannya Dibebaskan

Rizki Nurmansyah Selasa, 06 Oktober 2020 | 22:27 WIB

Bentrok dengan Polisi, Mahasiswa Kukuh Bertahan Minta Rekannya Dibebaskan
Mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanuddin bertahan di dalam kampus usai bentrok dengan polisi saat aksi menentang UU Cipta Kerja, Selasa (6/10/2020). [Suara.com/Sofyan Hadi]

Ada sekitar 4-5 orang mahasiswa ditangkap saat terjadi bentrokan dengan polisi.

SuaraBanten.id - Meski bentrokan sudah mulai mereda, namun para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa menentang UU Cipta Kerja, masih tetap bertahan di dalam Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten pada Selasa (6/9/2020) sekitar pukul 20.30 WIB.

Hanya sesekali mereka melempari aparat kepolisian yang mencoba melintas di lokasi.

Usut punya usut, mereka bersikukuh bertahan dan akan terus melakukan aksinya sebelum rekan mereka yang ditangkap aparat kepolisian bisa dibebaskan.

Hal itu diketahui usai Wakil Rektor UIN SMH Banten, Wawan Wahyudi datang ke lokasi untuk menenangkan para mahasiswa yang terus-terus mengumpat ke aparat kepolisian.

Dengan memakai rompi dan pelindung kepala, Wawan yang didampingi unsur TNI, berjalan menghampiri kerumunan mahasiswa yang ada di dalam Kampus UIN SMH Banten.

Aksi mahasiswa di depan kampus UIN SMH Banten. (Ade/Bantennews)
Aksi mahasiswa di depan kampus UIN SMH Banten. (Ade/Bantennews)

Sementara, aparat kepolisian berjaga sekitar 100 meter dari kampus.

Berdiri di depan pintu gerbang Kampus UIN SMH Banten, Wawan memohon agar para mahasiswa untuk membubarkan diri.

Bahkan ia menyebut jika para mahasiswa harus bisa menjaga dan melindungi kampus dari kerusakan lebih parah akibat bentrokan yang ditimbulkan.

"Anak-anakku, ini saya Warek, Wawan Wahyudi. Saya mohon anak-anakku untuk pulang. Mari kita jaga Kampus UIN ini. Tentu kita tidak ingin kampus kita menjadi rusak, jadi kita harus menjaganya," kata Wawan menggunakan pengeras suara di depan gerbang kampus.

Mendengar hal itu, para mahasiswa yang berada di dalam kampus pun merangsek keluar untuk menyampaikan tuntutannya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait