Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Diduga Santunan Bodong, Ribuan Anak Yatim Piatu Telantar dan Kelaparan

Rizki Nurmansyah Selasa, 14 Juli 2020 | 20:25 WIB

Diduga Santunan Bodong, Ribuan Anak Yatim Piatu Telantar dan Kelaparan
Para anak yatim piatu saat ikut kegiatan santunan di Masjid Jami'atul Iqro di Kampung Laba, Desa Cikondang, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (12/7/2020). [Ist]

Kabarnya ada sekitar 600 hingga 1000 anak yatim piatu yang jadi korban santunan bodong di Pandeglang.

"Itu kurang lebih 600 hingga 1000 ribu. Kebanyakan dari (Pandeglang) Selatan yang dikumpulkan," ungkapnya.

Para anak yatim piatu saat ikut kegiatan santunan di Masjid Jami'atul Iqro di Kampung Laba, Desa Cikondang, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (12/7/2020). [Ist]
Para anak yatim piatu saat ikut kegiatan santunan di Masjid Jami'atul Iqro di Kampung Laba, Desa Cikondang, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten, Minggu (12/7/2020). [Ist]

Cepi sempat menanyakan ke para koordinator yatim piatu yang berasal dari Pandeglang Selatan terkait pemberitahuan kepada pihak desa setempat.

Dalih mereka sudah menyampaikan pemberitahuan. Padahal, kata Cepi, RT dan RW setempat pun tidak tahu-menahu.

"Saya langsung bicara dengan koordinator yang ada di wilayah selatan itu, (katanya) beliau itu sudah ada koordinasi padahal sama sekali tidak ada koordinasi (pihak desa). Bahkan RT dan RW setempat pun gak ada yang tahu ada santunan seperti itu," sesalnya.

Cepi mengaku tak tega melihat kondisi para anak yatim piatu yang dikumpulkan dari pagi hingga sore kelaparan karena tanpa diberikan konsumsi.

Sementara EJ, selaku pelaksana kegiatan, dikabarkan menghilang. Cepi juga tidak mengetahui aktivitas keseharian EJ walaupun ia sebagai warganya.

"Anak yatim piatu di kumpulkan dari jam 10 hingga EJ cs tidak muncul sama sekali dan anak yatim piatu itu telantar tidak dikasih minum, makan dan snack. Setelah saya turun ke lapangan melihat ke lokasi dan ternyata betul di situ banyak anak yatim piatu yang telantar. Dan saya tanya ke Babinsa, E tidak ada kabur," bebernya.

Lantaran tidak ada kejelasan, termasuk EJ yang tidak ada di lokasi, akhirnya Cepi berinisiatif untuk memulangkan mereka.

Bahkan keberadaan EJ hingga kini tidak diketahui. Bahkan, kata dia, tiga mobil bus yang digunakan untuk mengangkut anak-anak yatim pun belum dibayar.

"Sampai sekarang E tersebut tidak ada menghilang. Dari situ saya juga langsung mengambil keputusan untuk memulangkan warga tersebut. Saya langsung ke supir murni dan asli di situ. Saya tanya kepada mereka sewa mobil, katanya 6 juta," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait