Pembunuh Guru Ngaji: Ustaz Yahya Tetap Mau Bubarin Rumah Tangga Saya

Agung Sandy Lesmana
Pembunuh Guru Ngaji: Ustaz Yahya Tetap Mau Bubarin Rumah Tangga Saya
Sarjaya, pembunuh guru ngaji di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten. (Suara.com/M. Iqbal)

"Sudah enam bulan ini saya minta istri saya kembali. Karena di rumah saya cuma nyisa (sisa) anak. Rumah enggak ada yang nunggu," kata dia.

Suara.com - Sarjaya membeberkan duduk perkara yang memicu dirinya nekat menghabisi nyawa Ustaz Yayah yang tak lain adalah kakak iparnya. Tersangka mengaku kesepian lantaran Nuryanah, sang istri dilarang korban untuk kembali tinggal bersamannya.

Alasan korban tak mengizinkan sang adik tinggal lagi bersama Surjaya karena Nuryahan kerap menerima perlakuan kasar dari tersangka.

"Enggak boleh pulang. Istri saya juga bilang kalau dia enggak mau pulang dan enggak dikasih sama keluarga," kata Sarjaya saat diwawancara Suara.com di Mapolsek Cisoka, Tangerang, Banten, Kamis (4/7/2019).

Sarjaya, pembunuh guru ngaji di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten. (Suara.com/M. Iqbal)
Sarjaya, pembunuh guru ngaji di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten. (Suara.com/M. Iqbal)

Surjaya mengaku sudah genap enam bulan mengurus sang anak sejak istrinya memilih kabur dari rumah. Lantaran tak tinggal satu rumah, Surjaya pun merasa sangat kesepian.

Sarjaya, pembunuh guru ngaji di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten. (Suara.com/M. Iqbal)
Sarjaya, pembunuh guru ngaji di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten. (Suara.com/M. Iqbal)

"Sudah enam bulan ini saya minta istri saya kembali. Karena di rumah saya cuma nyisa (sisa) anak. Rumah enggak ada yang nunggu," kata dia.

Dia mengaku selama berbulan-bulan terus mencoba membujuk kakak iparnya agar dapat berkumpul bersama lagi dengan sang istri. Kepada Ustaz Yahya, Sarjaya sempat menceritakan kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan kepada korban. Namun, bujukan yang disampaikan kepada guru pengajian itu tetap sia-sia, Nurjanah tak bisa kembali ke pelukannya.

Sarjaya, pembunuh guru ngaji di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten. (Suara.com/M. Iqbal)
Sarjaya, pembunuh guru ngaji di Kecamatan Jayanti, Tangerang, Banten. (Suara.com/M. Iqbal)

"Terus saya jawab, pak jangan gitu saya kan punya anak sudah kuliah. Kaka inget dulu enggak. Kakak berdarah saya yang bersihin. Tapi dia (Yahya) tetap mau bubarin rumah tangga saya," ujarnya.

Merasa sudah putus asa, akhirnya Sarjaya pun mengambil jalan singkat. Tersangka dengan tega membunuh korban dengan menggunakan sebilah golok. Sarjaya menebas leher kakak iparnya hingga tewas.

Peristiwa pembunuhan itu terjadi ketika korban sedang bersih- bersih dan membakar sampah di belakang Majelis Taklim Nurul Mutaqin, Selasa (2/7/2019) pagi.

Setelah mendapatkan laporan, polisi kemudian meringkus tersangka tak lama setelah peristiwa pembunuhan itu. Atas kasus pembunuhan sadis itu, Sarjaya pun harus meringkuk di penjara.

Kontributor : Muhammad Iqbal

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS