Pembunuh Guru Ngaji di Tangerang Dikenal Kasar Dan Ringan Tangan

Chandra Iswinarno
Pembunuh Guru Ngaji di Tangerang Dikenal Kasar Dan Ringan Tangan
Suasana rumah korban Yahya di Desa Pasir Gintun Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang, Selasa (2/7/2019). [Suara.com/Muhammad iqbal]

Sarjaya sebelumnya sudah mengancam akan membunuh siapa saja yang menghalanginya untuk dapat kembali bersama Nuryana.

Suara.com - Bagi warga di Kampung Nanggung RT 04/01 Desa Pasir Gintung Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang, Sarjaya yang melakukan pembunuhan tehadap guru ngaji pun kakak iparnya sendiri, dikenal sosok yang galak dan ringan tangan.

Bahkan, Sarjaya sebelumnya sudah mengancam akan membunuh siapa saja yang menghalanginya untuk dapat kembali bersama Nuryana. Meskipun belum cerai secara resmi, Nuryana istri dari Sarjaya enggan untuk kembali ke rumah yang telah ditempati bersama dua orang anak dan suaminya.

Lantaran dalam menjalin rumah tangga pertengkaran kerap terjadi di rumah yang mereka tempati. Ibu RT 004/01 Arsiah mengatakan sang istri sudah lama pisah ranjang dengan pelaku. Dari pernikahannya mereka sudah dianugerahkan dua anak.

"Intinya istrinya sudah mau pisah. Anaknya sudah dua dan yang satu sudah kuliah," terangnya di kediaman korban.

Kata dia, kesehariannya pelaku memang dikenal galak dan ringan tangan. Tak heran, jika Nuryana meminta pisah dari Sarjaya.

"Pelaku memang galak dan galak banget, makanya istri mau pisah," ucapnya.

Tidak berbeda dengan Arsia Awi yang merupakan sepupu Yahya, mengatakan hal serupa. Kata dia pelaku kerap melampiaskan amarahnya kepada istri.

"Pisahnya sudah tiga bulan lebih. Pelaku memang ringan tangan dan sering memukul istri," ucapnya ditempat yang sama.

Kata dia, saat ingin kembali bersama istrinya pelaku sempat mengancam. Ancaman tersebut ditujukan bagi siapapun yang menghalangi niatnya.

"Pelaku memang sudah mengancam akan membunug siapapun yang memang menghalanginya. Makanya pas pagi tadi kebetulan korban melarang dan terjadi penganiayaan," ucapnya.

Kata dia, Nuryana sengaja memilih rumah Yahya untuk pelariannya. Lantaran, Yahya merupakan sosok kakak lelaki satu- satunya. Namun begitu jarak rumah korban dan pelaku tidaklah jauh.

"Namanya Kaka laki satu satunya ya pasti didatangi. Dia memang galak, makanya korban tidak setuju kalau adiknya kembali rujuk," terangnya.

Bahkan, kata Awi (31), pagi sebelum kejadian Sarjaya sempat memukuli Nuryana di pasar tempat sang istri berjualan. Hal tersebut membuat sang istri kembali ke rumah Yahya.

"Tadi pagi sempat dipukuli di pasar. Memang Nuryana itu berjualan sayur di Pasar Jayanti" tukasnya.

Kontributor : Muhammad Iqbal

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS