- Keluarga korban membantah motif tersangka S membunuh Babay di Kota Serang karena alasan sakit hati soal uang.
- Pihak keluarga memaparkan bukti bahwa tersangka justru sering meminta uang kepada korban sejak tahun 2018 silam.
- Kuasa hukum mendesak polisi mendalami dugaan keterlibatan pihak lain serta kemungkinan adanya perencanaan dalam kasus pembunuhan tersebut.
SuaraBanten.id - Keluarga besar Babay (41), perempuan yang menjadi korban pembunuhan sadis dan jasadnya ditemukan tergantung di Kampung Pakel, Kelurahan Gelam, Kota Serang, akhirnya angkat bicara.
Mereka membantah keras pernyataan tersangka S (47) yang mengeklaim tega menghabisi nyawa korban karena merasa sakit hati atas permintaan uang.
Pihak keluarga menilai pengakuan tersangka kepada penyidik kepolisian merupakan upaya untuk memutarbalikkan fakta dan mencari pembenaran atas tindakan kejinya.
Anak korban, Irfan Nuriman, secara tegas menyatakan bahwa pengakuan S tidak sesuai dengan realitas hubungan mereka selama ini. Irfan membeberkan fakta bahwa selama bertahun-tahun, tersangka justru merupakan pihak yang sering bergantung secara ekonomi kepada ibunya.
“Saya tidak terima ibu saya dianiaya seperti ini. Pengakuan dia (terduga pelaku) bahwa almarhumah meminta uang kepadanya itu tidak benar. Fakta yang sebenarnya, justru dia (tersangka S) yang sering meminta uang kepada ibu sejak tahun 2018,” ungkap Irfan dilansir dari BantenNews - Jaringan Suara.com, Selasa (16/6/2026).
Irfan mengaku, dirinya memiliki bukti transfer yang menunjukkan adanya pemberian uang dari korban kepada tersangka. Bahkan, kata dia, korban sempat meminjam uang kepada rentenir untuk membantu memenuhi permintaan dari tersangka.
“Dia sering meminta uang sama ibu saya. Sampai ibu saya meminjam uang ke bank keliling untuk dikasih ke dia,” sampainya.
Sementara, kuasa hukum keluarga korban, Panri Situmorang, juga menyatakan terdapat sejumlah kejanggalan dalam rangkaian perkara tersebut. Ia menduga, aksi pembunuhan kliennya tidak dilakukan seorang diri.
Dengan begitu, ia meminta penyidik kepolisian dapat mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perjalanan kasus kliennya.
Baca Juga: Nasib Guru Ngaji, Marbot dan Pemandi Jenazah di Serang: Insentif Tertahan Sejak 2025
Menurut Panri, salah satu hal yang menjadi sorotan yaini keberadaan tali yang digunakan tersangka dalam peristiwa tersebut. Pihaknya mempertanyakan kemampuan tersangka yang disebutnya memiliki kondisi fisik kecil untuk menggantung badan korban seorang diri.
“Tali yang digunakan panjangnya sekitar 2,5 meter. Secara fisik, pelaku kecil. Rasanya perlu didalami bagaimana proses tali itu bisa terpasang dan bagaimana rangkaiannya, korban itu beratnya sekitar 60 kilogram kurang lebih,” ucap Panri.
Selain iya, pihak kuasa hukum juga mempertanyakan keberadaan tali tersebut yang disebut tersangka sebelumnya digunakan untuk mengikat sepeda anaknya di kendaraan.
“Kenapa tali itu bisa ada di motornya terus-menerus selama berminggu-minggu? Ini menjadi hal yang perlu didalami penyidik,” tegasnya.
Disini lain, Panri juga menyoroti waktu korban meninggalkan rumah sebelum akhirnya ditemukan tewas tergantung sepakan kemudian.
Panri menyebut, nerdasarkan informasi keluarga, korban keluar rumah sekitar pukul 03.00 WIB dini hari sebelum ditemukan meninggal. Hal itu, jelas dia, tidak mungkin terjadi bila tak ada dorongan bagi korban untuk keluar pada pagi buta tersebut.
Berita Terkait
-
Nasib Guru Ngaji, Marbot dan Pemandi Jenazah di Serang: Insentif Tertahan Sejak 2025
-
Viral Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang, 2 Orang Luka dan Balita Terinjak
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
Siasat Licik di Cipocok Jaya, Pria di Serang Habisi Teman Wanita Lalu Gantung Jasadnya di Pohon
Terpopuler
- Cara Mencari Sinyal TVRI di TV Digital dan TV Analog agar Bisa Nonton Siaran Piala Dunia 2026
- 4 SMA di Banten Terpilih Jadi Sekolah Unggul Garuda 2026, Ini Daftarnya
- 7 Aturan Feng Shui Kamar Tidur yang Baik untuk Rezeki
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
Pilihan
-
Prediksi Argentina vs Aljazair: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
Terkini
-
Mutasi Kilat Pemkot Cilegon Diterpa Isu Nepotisme: Istri Pejabat Diduga Jadi Prioritas Promosi
-
Pertamax Naik Ugal-ugalan, Pemkab Tangerang Siapkan Sembako Murah Besar-besaran
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
Catat Tanggalnya! SPMB Kota Serang Dibuka 29 Juni, Ada Jalur Swasta Gratis
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka