- Pemkot Serang menunda penyaluran insentif ribuan guru ngaji, marbot, dan pemandi jenazah sejak Januari 2025 akibat perbedaan data.
- Hasil verifikasi menunjukkan jumlah penerima yang memenuhi kriteria hanya 3.585 orang, jauh di bawah data awal 6.999 orang.
- Pihak kecamatan dan kelurahan ditargetkan menyelesaikan verifikasi data dalam satu minggu agar pencairan insentif dapat segera dilakukan.
SuaraBanten.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terpaksa menahan insentif para guru ngaji, marbot dan pemandi jenazah di Kota Serang, Banten, lantaran adanya ketidaksesuaian data calon penerima di lapangan.
Menurut Asisten Daerah (ASDa) I Kota Serang Anthon Gunawan, belum dicairkannya insentif tersebut dikarenakan adanya perbedaan antara data penerima dengan hasil verifikasi terbaru di lapangan yang cukup signifikan.
"Dananya sudah ada, tetapi belum bisa direalisasikan karena hasil verifikasi ternyata terlalu jomplang dengan data yang ada sebelumnya," kata Anthon, Kamis (11/6/2026).
Sekedar informasi, berdasarkan data tahun 2025, jumlah penerima insentif tercatat sebanyak 6.999 orang, terdiri atas 4.246 guru ngaji, 925 marbot mesjid dan 1.828 pemandi jenazah.
Namun diakui Anthon, dari hasil verifikasi di lapangan, diketahui jumlah penerima yang dinyatakan memenuhi kriteria untuk mendapatkan insentif hanya sekitar 3.585 orang.
Kata Anthon, proses verifikasi ulang harus dilakukan agar insentif yang digelontorkan oleh Pemerintah Kota Serang bisa tepat sasaran sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan.
"Jadi ada beberapa kriteria yang akan dilakukan sekarang untuk bisa mengakomodir data-dara guru ngaji yang tidak terlalu jauh," ujarnya.
"Misalkan kriteria saat sekarang itu, 1 orang guru ngaji harus mengajar minimal 8 sampai 10 orang dan sudah berlangsung 1 tahun. Jadi itu bisa masuk," imbuh Anthon.
Disampaikan Anthon, saat ini pihaknya kembali melibatkan pihak kecamatan dan kelurahan untuk melakukan pencocokan data berdasarkan hasil verifikasi terbaru yang sudah dilakukan.
Baca Juga: Lawan Hoaks! Siswa MA Al-IAnah Cilegon Diminta Jadi Garda Terdepan di Media Sosial
Untuk itu, Anthon menegaskan, pihak kecamatan dan kelurahan diberikan target untuk merampungkan data calon penerima insentif bagi guru ngaji, marbot dan pemandi jenazah dalam kurun waktu 1 Minggu ke depan.
"Jadi Minggu depan, sudah ada keputusan camatnya terkait dengan siapa-siapa yang masuk kriteria," ucap Anthon.
Anthon mengaku, insentif para guru ngaji, marbot dan pemandi jenazah sebesar Rp200 ribu dan Rp100 ribu per bulan terpaksa harus tertahan dan belum dibayarkan sejak bulan Januari 2025 silam.
"Belum dicairkan, besaran insentif guru ngaji tahun sebelumnya itu Rp200 ribu per bulan, dan Rp100 ribu per bulan bagi marbot dan pemandi jenazah," ungkapnya.
Disampaikan Anthon, bila hasil pencocokan data telah rampung, maka mekanisme pembayaran akan dilakukan sesuai dengan kesiapan dan keputusan teknis dari pihak keuangan daerah dengan opsi pembayaran secara rapel atau bertahap.
"Teknis gimana kesiapan anggaran apakah nanti dirapel atau per bulan, itu teknis nanti keuangan," tandasnya.
Berita Terkait
-
Lawan Hoaks! Siswa MA Al-IAnah Cilegon Diminta Jadi Garda Terdepan di Media Sosial
-
Bapenda Banten Endus Akal-akalan Perusahaan Air Kemasan Pakai Tarif Rumah Tangga
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang
-
Viral Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang, 2 Orang Luka dan Balita Terinjak
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Honda Vario 160 Teranyar Dikabarkan Meluncur Akhir Bulan Ini, Tampang Lebih Agresif
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Nasib Guru Ngaji, Marbot dan Pemandi Jenazah di Serang: Insentif Tertahan Sejak 2025
-
Lawan Hoaks! Siswa MA Al-IAnah Cilegon Diminta Jadi Garda Terdepan di Media Sosial
-
Bapenda Banten Endus Akal-akalan Perusahaan Air Kemasan Pakai Tarif Rumah Tangga
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang