- BNN RI memperketat pengawasan pintu masuk negara melalui Operasi Sekuens guna menyambut Hari Anti Narkotika Internasional 2026.
- Petugas mengamankan sepuluh WNI positif narkoba saat mendarat dari Bangkok di Bandara Soekarno-Hatta pada Senin, 8 Juni 2026.
- Sepuluh penyalahguna kategori ringan tersebut diwajibkan menjalani rehabilitasi rawat jalan di Klinik IPWL BNN RI Cawang secara berkala.
SuaraBanten.id - Badan Narkotika Nasional (BNN) RI memperketat pengawasan di pintu masuk negara menjelang Hari Anti Narkotika Internasional 2026.
Dalam operasi terpadu bertajuk Operasi Sekuens "Sapu Bersih Narkotika", petugas berhasil mengidentifikasi 10 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang terbukti positif mengonsumsi narkotika sesaat setelah mendarat dari Bangkok, Thailand, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi yang melibatkan Ditjen Imigrasi, Ditjen Bea Cukai, serta Polres Bandara Soetta.
Operasi dilaksanakan pada Senin (8/6/2026) malam. Berdasarkan informasi intelijen dan pengembangan kasus sebelumnya (penyelundupan 7,8 kg hashish oleh WNA Rusia), petugas memfokuskan pantauan pada jadwal penerbangan dari Bangkok.
"Sepuluh orang WNI ini dinyatakan positif mengandung zat narkotika dan/atau zat adiktif berdasarkan tes urine awal, meliputi metamfetamina, THC, amfetamina, kokain, dan zat lainnya," katanya.
Ia menjelaskan melalui operasi gabungan yang melibatkan Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, Ditjen Imigrasi, Ditjen Bea dan Cukai, serta Polres Bandara Soekarno-Hatta merupakan lanjutan dari pengungkapan kasus pada 3 Juni 2026. Saa titu, tim gabungan mengamankan dua WNA Rusia berinisial KK (52) dan SK (40), dengan barang bukti hashish seberat 7,8 kg yang diduga berasal dari Thailand.
"Selain itu kegiatan ini adalah sebagian dari kegiatan menjelang Hari Anti Narkotika Internasional 2026 sebagai upaya memperketat pengawasan pintu masuk negara," ujarnya.
Berdasarkan pengembangan kasus dan informasi pada operasi gabungan tersebut, kata dia, tim memantau kedatangan penerbangan dari Bangkok pada Senin (8/6) malam. Sekitar pukul 21.00 WIB, petugas mengidentifikasi 14 penumpang WNI untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasilnya, 10 orang dinyatakan positif mengandung zat narkotika dan/atau zat adiktif berdasarkan tes urine awal, sementara empat orang lainnya negatif.
Baca Juga: 6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang
"Untuk 10 orang penumpang yang positif berinisial M.M, FR, GAS, MA, ASM, DP, HP, MI, AN, dan RA," ucapnya.
Dia menerangkan saat pemeriksaan barang bawaan, petugas menemukan serbuk seberat 22 gram yang diduga ketamin pada koper milik HP. Ketamin bukan tergolong narkotika, namun petugas tetap melakukan pendalaman dan uji laboratorium.
"Setelah asesmen dan gelar perkara, mereka dikategorikan sebagai penyalahguna kategori ringan atau coba pakai. Langkah yang diambil adalah rehabilitasi rawat jalan di Klinik IPWL BNN RI Cawang, disertai kewajiban wajib lapor," ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Suyudi, pada Rabu (10/6) para penyalahguna narkoba itu dipulangkan dengan ketentuan mengikuti program rehabilitasi dan wajib lapor.
"Menyelamatkan generasi Indonesia dari narkotika adalah hal yang mulia dan menjadi tanggung jawab seluruh elemen bangsa," kata dia. [Antara]
Berita Terkait
-
6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang
-
Biang Kerok Polusi Udara di Tangerang
-
Viral Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang, 2 Orang Luka dan Balita Terinjak
-
Waspada! Kenaikan Kasus ISPA Tangerang Mengancam Anak Usia 0-5 Tahun, Ini Penyebabnya
-
Pengusaha Perempuan di Banten Didorong Optimalkan AI dan Digitalisasi Produk
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu
-
1.100 Korban PHK PT PWI 6 Rangkasbitung Diprioritaskan Masuk Perusahaan Baru
-
Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara
-
Nekat Angkut 32 Ribu Benur Lobster Tanpa Izin, Pria Asal Sukabumi Dihentikan Polisi di Lebak