- Kepala Bapenda Banten menemukan perusahaan air minum yang diduga melanggar aturan penggunaan tarif rumah tangga.
- Penggunaan tarif rumah tangga yang salah memicu potensi hilangnya pendapatan daerah karena selisih nilai tarif.
- Bapenda Banten saat ini sedang mendata dan akan melakukan penertiban terhadap perusahaan yang terbukti melanggar.
SuaraBanten.id - Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten Berly Rizki Natakusumah mengaku menemukan adanya perusahaan yang menjual air minum kemasan yang diduga melakukan pelanggaran lantaran menggunakan tarif rumah tangga.
Menurutnya, perusahaan air minum tersebut seharusnya menggunakan tarif industri sehingga menyebabkan ada potensi pendapatan daerah yang hilang.
"Jadi kalau tarif rumah tangga itu sekitar Rp400 per meter kubik, sedangkan kalau ke industri itu sekitar Rp3.000 per meter kubik. Jadi ada selisih Rp2.600 per meter kubik yang hilang," kata Berly, Kamis (11/6/2026).
Bery mengaku, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap perusahaan-perusahaan air minum tersebut. Oleh karena itu, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga melanggar aturan tersebut.
"Kami akan menertibkan itu untuk mengingatkan kembali bahwa mereka seharusnya menggunakan tarif industri. Untuk beberapa perusahaan, masih kami inventarisasi, tapi itu masih dugaan," ungkapnya.
"Kami akan lakukan intervensi beberapa hal yang khususnya berkaitan langsung dengan beberapa perusahaan air minum yang menggunakan tarif rumah tangga," imbuh Berly.
Tak hanya itu, disampaikan Berly, pihaknya akan turut menertibkan adanya temuan beberapa data transaksi jual beli air ke perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan tarif rumah tangga.
"Kami melihat ada beberapa transaksi yang dilakukan ke perusahaan-perusahaan industri. Kami akan tertibkan," tandasnya.
Kontributor : Yandi Sofyan
Baca Juga: Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
Tag
Berita Terkait
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang
-
Viral Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang, 2 Orang Luka dan Balita Terinjak
-
Pengusaha Perempuan di Banten Didorong Optimalkan AI dan Digitalisasi Produk
-
Targetkan 47 Juta Turis di 2026, Pemerintah Malaysia 'Goda' Warga Banten untuk Liburan
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang
-
Firasat Tak Biasa Rekan Profesi Sebelum Jurnalis Antara Hilang di Krakatau: Sampai Ucap Kata Pamit