- UPTD PPA Kota Tangsel mencatat 118 kasus kekerasan anak hingga Juni 2026, termasuk 37 kasus di sekolah.
- Oknum guru SDN Rawa Buntu 01 melakukan pencabulan terhadap siswa laki-laki selama bertahun-tahun dengan modus pemberian fasilitas.
- Dinas Pendidikan Tangsel mendeklarasikan Budaya Sekolah Aman dan menerapkan regulasi perlindungan anak untuk mencegah kasus serupa.
SuaraBanten.id - Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Tangerang Selatan pada tahun 2026 meningkat. Hingga Juni 2026, tercatat ada 118 anak yang terdata menjadi korban kekerasan, sebanyak 37 kasus bahkan terjadi di lingkungan sekolah.
Ironinya, berdasarkan data Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Tangsel, terdapat 34 kasus pencabulan terhadap anak laki-laki.
Salah satu kasus pencabulan yang terbongkar adalah dilakukan oleh oknum guru di SDN Rawa Buntu 01 Kecamatan Serpong, pada Januari 2026. Kasus pencabulan tersebut heboh lantaran hasil penelusuran, korbannya merupakan siswa laki-laki dan berlangsung selama bertahun-tahun.
Kasus tersebut, semula dibongkar salah satu wali murid korban pencabulan dan kemudian membongkar tabir bejatnya oknum pelaku memperdayai para korbannya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Deden Deni menuturkan, pihaknya pun ikut terkejut saat kasus pencabulan tersebut terungkap. Pasalnya, kata Deni, bahkan pihak sekolah tak menduga lantaran pelaku dikenal sebagai sosok yang.
"Ternyata, sikap baiknya itu menjadi salah satu modus untuk memperdayai korban. Paling parahnya, korban tidak merasa sebagai korban karena diperdayai oleh pelaku," kata Deden.
Deden menuturkan, pelaku memperdayai korban dengan memberikan uang jajan hingga perlengkapan dan keperluan sekolah.
"Pelaku memanfaatkan sisi lemah korban dengan memberikan apa yang belum didapat dari orangtuanya. Jadi, hal itu yang membuat korban merasa menjadi korban," tuturnya.
Deden menerangkan, saat ini kasus tersebut sudah sampai di persidangan untuk mengadili dan memberi ganjaran hukuman setimpal akibat pencabulan yang dilakukan.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat
Deden mengajak, agar para guru dan warga sekolah mulai peka dengan lingkungan sosialnya. Tak hanya perilaku siswa, tetapi juga perilaku guru.
"Kita mengajak guru supaya lebih peka. Ada perbedaan seperti ruang kelas berbeda, perhatian ke anak berlebihan dan cenderung tidak wajar, jangan anggap enteng. Saya ajak guru curiga saja terhadap hal-hal yang baiknya berlebihan meskipun niatnya untuk kebaikan," paparnya.
Deden menyebut, untuk meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap anak di sekolah, pihaknya telah deklarasikan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Selain itu, ada juga Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak yang harus dipedomani seluruh sekolah untuk meminimalisir dampak negatif dari penggunaan media sosial di sekolah.
"Butuh bantuan semua pihak, baik langsung maupun tidak langsung. Peran orangtua di rumah juga penting untuk membatasi akses terhadap dunia digital karena sebagian besar kekerasan di sekolah terjadi karena pengaruh dari media sosial," pungkasnya.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Berita Terkait
-
Kasus Kekerasan Anak di Kota Tangsel 2026 Meningkat
-
Bupati Serang Dukung Pembatasan Media Digital Usia Bawah 16 Tahun
-
Sambut Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Dukung Pendidikan Lewat Program Ini Sekolahku
-
Jaksa Agung Rotasi Besar-besaran, Posisi Dirdik Jampidsus Hingga 8 Kajati Resmi Berganti
-
#AksiAsri Operasi Semut: Langkah Kecil Menggerakkan Indonesia Asri
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu