- Jurnalis Parlemen Cilegon menyelenggarakan program Jurnalis Mengajar di MA Al-I’Anah, Cilegon, pada 11 Juni 2026 untuk meningkatkan literasi media.
- Siswa diminta bersikap skeptis dan selektif terhadap informasi di media sosial guna mencegah penyebaran hoax serta disinformasi.
- Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen mendukung keberlanjutan program edukasi ini agar jangkauan literasi digital siswa dapat terus diperluas.
SuaraBanten.id - Puluhan siswa MA Al-I’Anah Ciwandan, Kota Cilegon diminta untuk menjadi garda terdepan melawan hoax dan disinformasi yang beredar di media sosial. Hal tersebut terungkap dalam agenda ‘Jurnalis Mengajar’ yang diadakan Jurnalis Parlemen Cilegon (JPC), Kamis 11 Juni 2026.
Ketua JPC, Hairul Alwan mengatakan, pada era digital informasi tersebar dengan cepat dan begitu beragam. Bahkan penyebaran informasi juga kerap kali dilakukan melalui media sosial.
“Kami harap siswa MA Al-I’Anah selektif dalam menyebar informasi, cari tahu dulu kebenarannya. Setelah memastikan informasi itu bukan hoax, baru boleh share,” katanya di hadapan puluhan siswa, Kamis 11 Juni 2026.
Alwan juga berpesan agar siswa MA Al-I’Anah tidak menjadi korban ataupun penyebar disinformasi yang belakangan kerap beredar. Kata dia, Gen Z harus skeptis dengan informasi-informasi yang belum pasti kebenarannya.
“Ketika mendapat informasi, kalian harus skeptis. Harus ragu-ragu dan tidak mudah percaya akan kabar yang belum jelas buktinya. Cek pengirim informasinya, sumbernya jangan sampai kita ikut jadi penyebar hoax,” ungkap jurnalis Suara.com itu.
Lebih lanjut, Alwan menyebut program Jurnalis Mengajar merupakan agenda rutin tahunan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2021 sebagai bentuk kontribusi insan pers dalam mendukung pendidikan dan peningkatan literasi media di kalangan pelajar.
"Jurnalis Mengajar ini merupakan program rutin Jurnalis Parlemen Cilegon sejak 2021. Tahun ini menjadi tahun kelima pelaksanaan program dan MA Al I’anah merupakan sekolah ketujuh yang kami kunjungi. Alhamdulillah, semoga kegiatan ini terus berlanjut ke depannya," ujar Alwan.
Kata dia, program tersebut berawal dari diskusi sederhana para jurnalis yang ingin memberikan kontribusi lebih luas kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif dimana para jurnalis ingin membekali para pelajar pemahaman dan keterampilan memahami, menganalisis, serta menyaring informasi secara kritis di tengah derasnya arus informasi digital.
"Kami ingin berbagi tentang jurnalistik tulis, foto, dan video. Karena sekarang berada di era digital, kami juga ingin membekali para siswa agar mampu melawan hoaks dan disinformasi. Semoga apa yang kami bagikan dapat bermanfaat dan menjadi bekal bagi generasi muda dalam menyaring informasi secara bijak," pungkasnya.
Baca Juga: Bapenda Banten Endus Akal-akalan Perusahaan Air Kemasan Pakai Tarif Rumah Tangga
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyampaikan apresiasi kepada JPC dan pihak industri yang telah melaksanakan program Jurnalis Mengajar. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana penting untuk meningkatkan literasi informasi di kalangan generasi muda.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Jurnalis Parlemen Cilegon yang telah mengundang saya hadir dalam kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Krakatau Pipe Industri dan Krakatau Baja Industri. Semoga agenda ini terus berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Cilegon," ujarnya.
Lebih lanjut, Fajar menilai keterlibatan para jurnalis dalam memberikan edukasi kepada pelajar merupakan bentuk kontribusi nyata bagi dunia pendidikan. Ia berharap program tersebut dapat terus dievaluasi dan dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.
"Kalau perlu nanti dilakukan evaluasi agar kegiatan ini semakin baik. Jika dibutuhkan materi yang lebih spesifik terkait jurnalistik visual, saya dengan senang hati siap membantu. Intinya, Pemerintah Kota Cilegon akan terus mendukung kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti ini," paparnya.
Fajar juga menegaskan Pemkot Cilegon berkomitmen memperluas jangkauan program Jurnalis Mengajar agar dapat dirasakan lebih banyak sekolah yakni dengan melakukan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, insan pers dan dunia industri.
"Saya akan menyiapkan dukungan untuk tahun-tahun berikutnya agar semakin banyak sekolah yang bisa mendapatkan manfaat dari program ini. Jadi, tidak hanya bergantung pada dukungan industri, tetapi juga ada kolaborasi yang lebih kuat dengan pemerintah," tutupnya.
Tag
Berita Terkait
-
Bapenda Banten Endus Akal-akalan Perusahaan Air Kemasan Pakai Tarif Rumah Tangga
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
6 Fakta Miris Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang
-
Viral Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang, 2 Orang Luka dan Balita Terinjak
-
Pengusaha Perempuan di Banten Didorong Optimalkan AI dan Digitalisasi Produk
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu