- Keluarga korban membantah motif tersangka S membunuh Babay di Kota Serang karena alasan sakit hati soal uang.
- Pihak keluarga memaparkan bukti bahwa tersangka justru sering meminta uang kepada korban sejak tahun 2018 silam.
- Kuasa hukum mendesak polisi mendalami dugaan keterlibatan pihak lain serta kemungkinan adanya perencanaan dalam kasus pembunuhan tersebut.
“Pertanyaannya, jam 3 subuh siapa yang meminta korban keluar rumah? Kalau tidak ada sesuatu yang mendesak, seorang ibu tidak mungkin pergi pada waktu tersebut,” tuturnya.
Dengan demikian, keluarga juga membantah tudingan bahwa korban memiliki persoalan ekonomi hingga meminta uang kepada tersangka. Menurut mereka, kebutuhan sehari-hari korban masih terpenuhi untuk kehidupan sehari-hari.
Dengan begitu, pihak korban meminta polisi dapat menerapkan pasal berlapis dan hukuman maksimal terhadap tersangka, serta mengusut kembali dugaan adanya pihak lain yang terlibat dalam aksi dugaan pembunuhan berencana tersebut.
Keluarga korban, lanjut Panri, berharap seluruh fakta dalam perkara tersebut dibuka secara terang benderang sehingga tersangka dapat diganjar hukuman mati.
Diketahui sebelumnya, polisi telah menyebut motif pembunuhan Babay diduga berawal dari rasa sakit hati tersangka setelah permintaan modal usaha ditolak korban.
Kasatreskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, berkata bahwa tersangka mengaku memiliki hubungan asmara dengan korban. Keduanya disebut bertemu di lokasi kejadian pada dini hari 11 Mei lalu untuk membicarakan usaha dan permintaan modal. KabarKabupaten Serang
Menurut polisi, pembicaraan tersebut kemudian berujung cekcok antara korban dan tersangka. Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku sempat memiting korban hingga tidak sadarkan diri, lalu mengikat leher korban dan menggantung jasadnya di kebun milik warga.
Kemudian, jasad Babay ditemukan warga yang sedang mencari rumput pada 18 Mei lalu sekitar pukul 17.30 WIB. Saat ditemukan, kondisi korban sudah dalam membusuk dan tergantung di bawah pohon melinjo.
Polisi kemudian menangkap S di sebuah rumah kontrakan milik kerabatnya di Jalan Garuda Benda Baru, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Baca Juga: Nasib Guru Ngaji, Marbot dan Pemandi Jenazah di Serang: Insentif Tertahan Sejak 2025
Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, di antaranya telepon seluler Oppo A51, pakaian korban, sandal, masker, serta dua tali tambang berwarna hijau.
Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 459 juncto Pasal 458 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun.
Berita Terkait
-
Nasib Guru Ngaji, Marbot dan Pemandi Jenazah di Serang: Insentif Tertahan Sejak 2025
-
Viral Penyerangan Basecamp Viking Kragilan Serang, 2 Orang Luka dan Balita Terinjak
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
Siasat Licik di Cipocok Jaya, Pria di Serang Habisi Teman Wanita Lalu Gantung Jasadnya di Pohon
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi