- Seorang ASN menabrak kerumunan di SDN Sukaratu 5 Pandeglang, mengakibatkan seorang murid dan satu penjual jajanan meninggal dunia.
- Polres Pandeglang menangguhkan penahanan pengemudi yang sedang sakit, namun tetap melanjutkan proses hukum dengan memeriksa 12 orang saksi.
- Penyidik masih menunggu hasil gelar perkara untuk menentukan unsur pidana terkait insiden kecelakaan maut yang terjadi tersebut.
SuaraBanten.id - Kasus kecelakaan tragis yang menewaskan dua orang murid SDN Sukaratu 5 di Kabupaten Pandeglang terus bergulir dan mendapatkan perhatian serius dari aparat kepolisian.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pandeglang mengonfirmasi bahwa pengemudi yang menabrak dua murid tersebut telah ditangguhkan penahanannya karena alasan kesehatan. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan tetap dilanjutkan sambil menunggu hasil gelar perkara.
Berikut adalah 5 fakta terbaru yang terungkap dari kasus kecelakaan maut di SDN Sukaratu 5 Pandeglang:
1. Pengemudi Penabrak Adalah Seorang ASN, Ditangguhkan Penahanan Karena Kesehatan
Fakta pertama yang mencuat adalah identitas pengemudi. Mobil pribadi yang dikemudikan seorang ASN, Ahmad Mursidi, menabrak kerumunan orang di depan SDN Sukaratu 5.
Saat ini, pengemudi tersebut tidak ditahan. Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhamad, menjelaskan, Polisi tidak menahan pengemudi karena kondisi kesehatan. Keluarga mengajukan penangguhan penahanan dan pengemudi masih menjalani rawat jalan.
"Pengemudi sedang sakit dan menjalani perawatan. Keluarga mengajukan penangguhan, itu hak yang bersangkutan," tegasnya.
2. Dua Korban Meninggal Dunia: Murid SD dan Penjual Jajanan
Insiden tragis ini menelan dua korban jiwa. Korban meninggal dunia tercatat dua orang, yakni seorang murid SD dan seorang penjual jajanan yang sempat kritis.
Baca Juga: Update Kecelakaan SDN Sukaratu 5: Polisi Tunggu Gelar Perkara, Pengemudi Tidak Ditahan
Sebelumnya, dilaporkan satu korban meninggal dunia dan delapan orang lainnya dirawat di rumah sakit (enam siswa, satu pedagang, dan satu pemasar). Sementara korban luka telah kembali ke rumah masing-masing.
3. 12 Saksi Diperiksa, Mayoritas Anak di Bawah Umur Didampingi Orang Tua
Untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan, polisi telah memeriksa belasan saksi. "Polisi telah memeriksa 12 saksi, termasuk korban yang sebelumnya menjalani perawatan. Mayoritas saksi berstatus anak di bawah umur, sehingga orang tua mendampingi saat pemeriksaan. Sebagian besar saksi masih anak-anak, jadi orang tua ikut mendampingi," ujarnya.
4. Dugaan Pengemudi Sakit Saat Mengemudi & Penggunaan Selang Oksigen
AKP Surya Muhamad juga merespons dugaan bahwa PNS tersebut sedang dalam kondisi sakit saat mengemudi, mengingat adanya laporan mengenai penggunaan selang oksigen.
"Berdasarkan pengamatan awal mungkin sakit. Namun, untuk bukti sakit atau tidaknya nanti akan kita buktikan secara medis. Kami tidak bisa langsung menyimpulkan tanpa bukti kedokteran," tambahnya.
Berita Terkait
-
Update Kecelakaan SDN Sukaratu 5: Polisi Tunggu Gelar Perkara, Pengemudi Tidak Ditahan
-
Dua Pejabat Beda Suara: BPKAD Sebut WFH ASN Tak Hemat APBD, BKPSDM Klaim Efisien
-
Samudra Hindia Barat Lampung hingga Jawa Tengah Rawan Gelombang Tinggi, Cek Daftarnya!
-
Pencari Kerja Jangan Takut Lapor! Andra Soni Bersih-bersih Praktik Pungli Rekrutmen di Banten
-
Gelombang Tinggi hingga 2,5 Meter, BMKG Minta Warga Pesisir Selat Sunda dan Lebak Berhati-hati
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Takut Birokrasi Ribet dan Jalan Rusak, Warga Bawa Jenazah Bocah 8 Tahun Pakai Motor
-
Gawat! 50 Persen SPPG di Banten Belum Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
-
Organisasi Indonesia Tionghoa Ikut Tingkatkan SDM, Gandeng Lemhanas Siapkan Beasiswa Hingga S3
-
Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya