- Warga Desa Pasirlancar Pandeglang membawa jenazah bocah Haetami menggunakan sepeda motor pada Senin 3 Agustus 2026.
- Keputusan naik motor diambil karena keluarga menghindari birokrasi rumit dan menghadapi kendala akses jalan rusak parah.
- Perangkat desa menyatakan keluarga tidak mengajukan permohonan ambulans sehingga pemerintah tidak mengetahui kebutuhan darurat tersebut.
SuaraBanten.id - Sebuah rekaman video pilu mendadak tular di media sosial. Video tersebut memperlihatkan aksi nekat sejumlah warga Desa Pasirlancar, Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, yang terpaksa mengangkut jenazah seorang anak menggunakan sepeda motor.
Korban diketahui bernama Haetami, bocah berusia 8 tahun. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Haetami sempat menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat akibat mengalami patah tulang tangan pada Senin (3/8/2026).
Nahas, dalam perjalanan pulang menerjang akses jalan yang rusak, nyawa bocah malang tersebut tak tertolong.
Salah seorang warga Desa Pasirlancar, Mugni mengatakan, korban meninggal di atas sepeda motor saat hendak di bawa pulang melintasi jalan rusak di daerah tersebut. Menurutnya, birokrasi yang ribet menjadi alasan pihak keluarga enggan meminjam mobil ambulans ke pemerintah desa setempat.
"Patah tulang, setelah berobat langsung pulang. Di perjalanan meninggal di atas motor. Pihak keluarga tidak konfirmasi ke desa mau menggunakan ambulans. Alasannya logis, keluarga enggak konfirmasi karena kalau konfirmasi, ribet," kata Mugni, Selasa (4/8/2026).
"Berdasarkan informasi, sebelumnya tidak gerak cepat, sedangkan pihak keluarga pengen cepat, makanya menggunakan motor," imbuhnya.
Selain itu, disampaikan Mugni, kondisi jalan yang rusak turut menjadi alasan lain bagi pihak keluarga untuk memilih menggunakan sepeda motor. Sebab kata Mugni, akses jalan menuju Desa Pasirlancar dinilai sulit dilalui kendaraan roda empat.
"Jalan juga rusak, sudah puluhan tahun," ujarnya.
Kendati begitu, Mugni berharap peristiwa tersebut tidak terulang di kemudian hari dan meminta agar pemerintah desa untuk lebih proaktif serta responsif terhadap kebutuhan warga, terutama yang membutuhkan bantuan mobil ambulans.
Baca Juga: Gawat! 50 Persen SPPG di Banten Belum Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
"Kalau kita sebagai warga Pasirlancar beberapa kesempatan banyak warga yang sakit, kadang-kadang ambulans susah digunakan," ucap Mugni.
Sementara itu, Sekretaris Desa Pasirlancar, Herman tak menampik terjadinya peristiwa tersebut. Namun diakui Herman, pihaknya tidak mengetahui adanya warga yang sakit yang membutuhkan mobil ambulans lantaran tidak ada permohonan peminjaman.
"Tidak mengajukan permohonan peminjaman ambulans. Pihak keluarga katanya lebih memilih membawa jenazah menggunakan sepeda motor," ungkap Herman.
Kontributor : Yandi Sofyan
Berita Terkait
-
Gawat! 50 Persen SPPG di Banten Belum Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel
-
Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok
-
Judol dan Pinjol Intai Buruh Banten, Ada Pekerja Terlilit Utang Miliaran hingga Kena PHK
-
Fashion Show dari Limbah hingga Bazar UMKM Ramaikan Alun-alun Cilegon
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Takut Birokrasi Ribet dan Jalan Rusak, Warga Bawa Jenazah Bocah 8 Tahun Pakai Motor
-
Gawat! 50 Persen SPPG di Banten Belum Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
-
Organisasi Indonesia Tionghoa Ikut Tingkatkan SDM, Gandeng Lemhanas Siapkan Beasiswa Hingga S3
-
Viral Tudingan Pakai APBN untuk Konser K-Pop, Ini 6 Fakta Klarifikasi Wagub Banten Soal Putrinya
-
Dimyati Natakusumah Tepis Isu Anaknya Pakai Uang Negara Demi Nonton K-Pop di Korsel