Andi Ahmad S
Senin, 03 Agustus 2026 | 17:44 WIB
Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah [Yandi Sofyan/SuaraBanten]
Baca 10 detik
  • Risya Azzahra Natakusumah dituduh menggunakan anggaran negara di media sosial untuk menonton konser K-Pop di Korea Selatan.
  • Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah dengan tegas membantah tudingan penggunaan APBN tersebut pada Senin 3 Agustus 2026.
  • Dimyati menyatakan bahwa putrinya berkuliah serta bekerja mandiri di Korea Selatan tanpa menggunakan uang negara.

SuaraBanten.id - Nama dari putri bungsu Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah yakni Risya Azzahra Natakusumah mendadak viral setelah muncul tudingan di media sosial yang menyebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menonton konser K-Pop di Korea Selatan.

Isu tersebut pertama kali diunggah oleh akun Thread @bismillahyuk_. Dalam unggahannya, akun tersebut memperlihatkan sejumlah foto Risya Azzahra Natakusumah saat menghadiri konser dan berfoto bersama seorang idol K-Pop.

"Yang rame di Kpopers~Risya Azzahra Natakusumah, anak Achmad Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten. Di saat para Kpopers nabung untuk ketemu idol, si Risya malah pake APBN buat ketemu idol dg estimasi 25jt-40jt++. Iya, make APBN. Hebat & salut!," tulis akun @bismillahyuk_.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah membantah bila putrinya telah menggunakan uang negara untuk berangkat ke Korea Selatan dan menonton konser K-Pop.

Menurut Dimyati, tuduhan terhadap putri bungsunya tersebut tidak berdasar tanpa ada bukti yang jelas soal penggunaan anggaran negara dalam perjalanannya ke Korea Selatan.

"Di APBN-nya di anggaran mana masuknya? Kalau simpang siur ngapain ditanggapin? Tanya tuh sama yang buat berita pertama kali. Tapi anak saya jadi populer, malah bapaknya ga tau, anaknya dekat dengan penyanyi K-Pop itu," kata Dimyati, Senin (3/8/2026).

"Kok anak saya dekat? Hebat banget," imbuhnya.

Dengan tegas, Dimyati mengatakan, tidak ada anggaran negara baik yang bersumber dari APBN maupun APBD yang digunakan untuk kepentingan pribadi keluarganya. Sebab kata Dimyati, isu tersebut muncul tanpa disertai fakta dan data yang dapat dipertanggung jawabkan.

Dimyati mengaku, sebagai kepala daerah, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menggunakan APBN, terlebih untuk kepentingan pribadi keluarga. Termasuk APBD yang harus dikelola sesuai ketentuan dan tidak mungkin digunakan untuk membiayai kebutuhan keluarganya.

Baca Juga: Lebak Resmi Siaga Darurat Kekeringan! BPBD Pasok Air Bersih Setiap Hari ke Desa Pelosok

"Ga mungkin lah, orang bapaknya wakil gubernur. Jangankan pakai APBN, pakai APBD aja ga mungkin," ujarnya.

Disampaikan Dimyati, saat ini Risya tengah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Korea Selatan. Tak hanya itu, Risya pun sudah diajarkan mandiri sehingga telah memiliki penghasilan lantaran mengambil sambilan untuk bekerja dengan cara menjual berbagai produk yang berkaitan dengan industri hiburan Korea Selatan.

"Dia (Risya) kan emang (tinggal ) di Korea, kuliah di Korea, kerja di Korea. Malah dia itu jadi sales yang jual-jual foto K-Pop. Kadang jual tiket juga, jadi ya tidak apa-apalah, biarin," ujar Dimyati.

Diakui Dimyati, seluruh anaknya sudah tidak bergantung pada dirinya sebagai orang tua lantaran secara ekonomi sudah bisa mandiri secara masing-masing. Di mana putri sulungnya telah lama tinggal di Korea Selatan bersama suaminya, sedangkan putra keduanya kini menjabat sebagai anggota DPR RI.

"Mereka sudah pada mandiri, duitnya banyak, malah kalah (duit) bapaknya. Anak saya justru lebih kaya dari saya, malah anak-anak yang sering bantu bapaknya, bukan bapaknya bantu anak," kata Dimyati.

Untuk itu, diungkapkan Dimyati, dirinya tidak terlalu mempersoalkan isu yang menyeret nama putri bungsunya tersebut. Meski begitu, ia berharap seluruh masyarakat bisa lebih bijak dalam menerima setiap informasi dengan tidak mudah percaya terhadap hal-hal yang belum jelas kebenarannya.

Load More