Andi Ahmad S
Rabu, 16 September 2026 | 21:46 WIB
Personel tim SAR gabungan bersiap di atas kapal Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Banten sebelum melakukan operasi pencarian pada hari kesembilan terhadap jurnalis dan awak kapal yang hilang kontak di Carita, Pandeglang, Banten, Rabu (16/9/2026). [ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/nym]
Baca 10 detik
  • Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyatakan hasil pencocokan DNA korban hilang Selat Sunda belum terkonfirmasi pada Rabu malam (16/9/2026).
  • Data DNA keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 telah diserahkan kepada Tim DVI Polda Bengkulu untuk proses identifikasi.
  • Jenazah tanpa identitas sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9) dan kini sedang diperiksa di RS Bhayangkara.

SuaraBanten.id - Hasil pencocokan DNA antara keluarga jurnalis beserta kru kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda dengan jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano, Bengkulu, hingga kini belum terkonfirmasi.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, dalam konferensi pers operasi pencarian hari kesembilan di Posko Utama SAR Gabungan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Rabu malam.

Meski tidak membeberkan detail teknisnya, Amrad memastikan seluruh data pendukung untuk proses identifikasi telah diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bengkulu.

"Semua sudah kami kirimkan, hingga saat ini kami masih menunggu," ujar Al Amrad yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi tersebut, dilansir dari Antara, Rabu (16/9/2026).

Adapun penyelarasan data DNA (Antemortem) keluarga korban dengan sampel jenazah (Postmortem) ini dinilai menjadi kunci utama untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan bagian dari delapan penumpang kapal.

Hal tersebut tidak lepas dari kebuntuan tim SAR gabungan yang sudah melakukan penyisiran selama sembilan hari di pulau-perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (meliputi Provinsi Banten, Lampung, dan Bengkulu) terhitung sejak kapal dan para penumpang dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) itu.

Sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).

Sementara terkait jenazah pria tanpa identitas itu secara spesifik dilaporkan ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9) oleh Kantor SAR Bengkulu dan warga setempat.

Jenazah dibawa menggunakan pesawat terbang dari Enggano ke di RS Bhayangkara Polda Bengkulu, Senin (14/9), guna menjalani proses autopsi dan identifikasi mendalam oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu dan Pusdokkes Polri.

Baca Juga: Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Load More