- Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menyatakan hasil pencocokan DNA korban hilang Selat Sunda belum terkonfirmasi pada Rabu malam (16/9/2026).
- Data DNA keluarga lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 telah diserahkan kepada Tim DVI Polda Bengkulu untuk proses identifikasi.
- Jenazah tanpa identitas sebelumnya ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9) dan kini sedang diperiksa di RS Bhayangkara.
SuaraBanten.id - Hasil pencocokan DNA antara keluarga jurnalis beserta kru kapal cepat Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda dengan jenazah tanpa identitas di Pulau Enggano, Bengkulu, hingga kini belum terkonfirmasi.
Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, dalam konferensi pers operasi pencarian hari kesembilan di Posko Utama SAR Gabungan Pantai Carita, Pandeglang, Banten, Rabu malam.
Meski tidak membeberkan detail teknisnya, Amrad memastikan seluruh data pendukung untuk proses identifikasi telah diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Bengkulu.
"Semua sudah kami kirimkan, hingga saat ini kami masih menunggu," ujar Al Amrad yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi tersebut, dilansir dari Antara, Rabu (16/9/2026).
Adapun penyelarasan data DNA (Antemortem) keluarga korban dengan sampel jenazah (Postmortem) ini dinilai menjadi kunci utama untuk memastikan apakah jenazah tersebut merupakan bagian dari delapan penumpang kapal.
Hal tersebut tidak lepas dari kebuntuan tim SAR gabungan yang sudah melakukan penyisiran selama sembilan hari di pulau-perairan sekitar Gunung Anak Krakatau (meliputi Provinsi Banten, Lampung, dan Bengkulu) terhitung sejak kapal dan para penumpang dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) itu.
Sebanyak delapan orang yang dalam pencarian terdiri atas lima jurnalis, yakni M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas), sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).
Sementara terkait jenazah pria tanpa identitas itu secara spesifik dilaporkan ditemukan di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Sabtu (12/9) oleh Kantor SAR Bengkulu dan warga setempat.
Jenazah dibawa menggunakan pesawat terbang dari Enggano ke di RS Bhayangkara Polda Bengkulu, Senin (14/9), guna menjalani proses autopsi dan identifikasi mendalam oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu dan Pusdokkes Polri.
Baca Juga: Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
Berita Terkait
-
Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil
-
Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano
-
Alarm Kekeringan Menyala di Tangerang, Dua Kecamatan Masuk Status Awas
-
Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September
-
Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu