Andi Ahmad S
Kamis, 30 Juli 2026 | 21:48 WIB
Ketua BKOW Provinsi Banten, Irna Narlita berbincang dengan Ketua GOW Kota Cilegon Nur Kusuma Ngarasati di Alun-alun Cilegon, Kamis 30 Juli 2026. [Hairul Alwan/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Ribuan masyarakat memadati Alun-alun Kota Cilegon pada Rabu, 30 Juli 2026, dalam acara Gebyar Bakti Wanita Nusantara.
  • Acara ini menampilkan fashion show bahan limbah dan bazar UMKM untuk mendorong pemberdayaan perempuan serta pertumbuhan ekonomi lokal.
  • Kegiatan tersebut sukses mendatangkan sekitar 1.500 pengunjung serta menggerakkan perputaran ekonomi bagi para pelaku usaha mikro.

SuaraBanten.id - Ribuan masyarakat tampak memadati Alun-alun Kota Cilegon pada Rabu 30 Juli 2026. Beragam kegiatan seperti fashion show dengan bahan limbah, pertunjukan seni budaya hingga bazar UMKM meramaikan gelaran Gebyar Bakti Wanita Nusantara.

Agenda tersebut menjadi kolaborasi organisasi perempuan dalam menampilkan kretivitas, mengembangkan potensi hingga mendorong pemberdayaan perempuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Berbagai agenda, mulai dari senam, penampilan seni dan budaya, peragaan busana berbahan limbah atau fashion perca, mewarnai dan melukis bagi anak-anak, talkshow, hingga pameran dan bazar produk UMKM.

Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, Irna Narlita mengungkapkan, ia takjub melihat kemeriahan serta keterlibatan masyarakat serta berbagai organisasi perempuan dalam agenda tersebut.

"Saya mengapresiasi dan memberikan penghargaan sangat tinggi terhadap kegiatan melibatkan dan memberdayakan perempuan. Ada juga penampilan anak-anak yang merupakan generasi emas. Kegiatan ini sebaiknya dijadikan agenda rutin karena memberikan kesan dan dampak nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Kata Irna, keterlibatan UMKM dalam kegiatan itu juga menciptakan perputaran ekonomi sekaligus membuka peluang produk-produk lokal dikenal lebih luas.

"UMKM terlibat dan uang berputar. Karya-karya hebat dapat dilihat dan dilirik masyarakat maupun wisatawan. Produk kuliner, fesyen, kerajinan, hingga kemasan produk yang semakin menarik dan naik kelas. Dengan begitu, UMKM kami harapkan semakin maju," paparnya.

Irna mendorong organisasi perempuan terus berkolaborasi dan menghadirkan pemberdayaan sesuai dengan potensi dan kebutuhan anggotanya. Menurutnya, pemberdayaan dapat dimulai dari lingkup terkecil, baik di tingkat desa, kelurahan, maupun kecamatan.

"Perempuan perlu terus diberdayakan melalui keterampilan, pelatihan, bimbingan teknis, serta pengembangan potensi sesuai dengan minat dan keahliannya. Jika perempuan berdaya, maka ekonomi di lingkungan desa, kecamatan, hingga kota juga akan terus bergerak dan berkembang," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran GOW Kota Cilegon serta berbagai pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Baca Juga: TPA Dengung Lebak Banten Terbakar

Menurutnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya dapat diukur melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus dilihat dari keberhasilan dalam memberdayakan perempuan serta mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pembangunan.

“Pembangunan di Kota Cilegon tidak luput dari persatuan dan kerja keras para perempuan. Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana pemberdayaan perempuan dapat berjalan. Kekuatan perempuan tidak bisa dianggap remeh dan Kota Cilegon masih sangat membutuhkan kontribusi serta peran perempuan dalam berbagai aspek pembangunan,” ujarnya.

Fajar berharap Gebyar Bakti Wanita Nusantara tidak hanya menjadi kegiatan seremonial yang dilaksanakan dalam satu hari, tetapi dapat menjadi awal dari gerakan pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Saya berharap agenda hari ini tidak hanya menjadi festival satu hari semata. Pemberdayaan seperti ini harus dilakukan dalam jangka panjang. Seperti tema kegiatan, ‘Bersatu dalam Kebersamaan, Berdaya dalam Karya’, semangat tersebut harus diterapkan tidak hanya dalam kegiatan ini, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kita harus terus bersatu dan terus berkarya,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi kreativitas peserta yang mampu mengolah bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai menjadi karya fesyen yang menarik dan bernilai ekonomi.

“Dari bahan limbah dapat menjadi karya yang bermanfaat dan dipertontonkan. Ini menunjukkan bahwa dengan pola pikir kreatif, sesuatu yang awalnya dianggap sebagai masalah dapat diolah menjadi peluang dan karya yang lebih bernilai,” katanya.

Load More