Andi Ahmad S
Selasa, 28 Juli 2026 | 21:37 WIB
Gubernur Banten Andra Soni (ke dua kanan) meninjau langsung penyaluran air bersih ke wilayah kekeringan di Margasari, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Selasa (28/7/2026). ANTARA/Azmi Samsul M
Baca 10 detik
  • Provinsi Banten dilanda kemarau ekstrem pada 2026, menyebabkan 140 titik di empat kabupaten/kota mengalami krisis air bersih parah.
  • Gubernur Banten Andra Soni menyatakan pemerintah daerah mendistribusikan bantuan air bersih harian melalui PDAM ke wilayah terdampak kekeringan.
  • Pemerintah berkoordinasi dengan Dinas ESDM untuk membuat sumur bor baru sebagai solusi jangka panjang bagi kebutuhan masyarakat.

SuaraBanten.id - Musim kemarau ekstrem tahun 2026 mulai memukul sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Sebanyak 140 titik yang tersebar di empat kabupaten/kota dilaporkan mengalami krisis air bersih parah akibat kekeringan yang kian meluas.

Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan bahwa sejauh ini hampir seluruh wilayah kabupaten/kota di Banten sudah merasakan dampak kekeringan, dengan pengecualian Kota Tangerang yang belum mencatatkan data krisis air.

"Wilayah Provinsi Banten tercatat ada sekitar 140 titik di berbagai kabupaten/kota di luar Kota Tangerang mengalami krisis air bersih," ujar Gubernur Andra, dilansir dari Antara.

Ia mengatakan, bahwa memasuki musim kemarau saat ini diprediksi sebagai yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir, sehingga memicu potensi kekeringan yang sangat besar.

Menurut dia, di Provinsi Banten yang mencakup empat kota dan kabupaten secara merata mulai mengalami krisis air bersih. Hanya saja, ada satu wilayah yakni Kota Tangerang belum dilaporkan mengalami dampak dari kemarau tersebut.

"Tapi yang pasti saat ini di daerah, kami sudah melakukan beberapa upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Seperti contoh di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang sudah berikan bantuan," tuturnya.

Ia bilang, sebagai langkah penanganan dalam mengatasi kedaruratan tersebut, pemerintah daerah bersama instansi terkait tengah menggenjot upaya penanggulangan bencana dengan mendistribusikan bantuan.

Di mana, lanjutnya, pihaknya akan memastikan pasokan air bersih terus disuplai setiap hari melalui PDAM ke wilayah-wilayah yang mengalami krisis air.

Selain pengiriman bantuan air bersih secara berkala, pemerintah juga tengah berkoordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk meneliti titik kedalaman tanah guna pembuatan sumur bor baru sebagai solusi jangka panjang bagi kebutuhan air minum masyarakat.

"Kami menghimbau seluruh aparat dan pihak terkait untuk terus memantau serta menindaklanjuti setiap laporan kekeringan di lapangan," tuturnya.

Dia menambahkan, untuk karakteristik wilayah tertentu di Banten kerap mengalami dua kondisi ekstrem secara bergantian, yakni kekeringan saat musim kemarau dan potensi banjir ketika musim hujan tiba.

Baca Juga: Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern

"Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar masyarakat tetap mendapatkan hak dasar mereka, khususnya ketersediaan air minum di tengah cuaca ekstrem ini," kata dia.

Load More