- Warga Kampung Papanggo Kabupaten Lebak dihebohkan spanduk penolakan Jokowi pada Rabu 29 Juli 2026.
- Pelaku pemasangan spanduk penangkapan mantan Presiden Jokowi di Banten tersebut masih belum diketahui secara pasti.
- Ketua DPD PSI Lebak menilai pemasang spanduk memanfaatkan pengaruh besar Jokowi untuk mencari perhatian publik.
SuaraBanten.id - Suasana di Kampung Papanggo, Kelurahan Cijoro Pasir, Kabupaten Lebak mendadak gempar pada Rabu (29/7/2026). Warga setempat dihebohkan oleh kemunculan spanduk misterius berisi penolakan keras terhadap rencana agenda kunjungan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), ke wilayah Banten.
Spanduk berukuran mencolok tersebut membentangkan pesan bernada tegas: “Banten menolak safari politik Jokowi, saatnya rakyat bersatu penegak hukum bersama rakyat, tangkap dan adili Jokowi.”
Hingga kini, sosok di balik aksi pemasangan spanduk tersebut masih menjadi teka-teki. Dede, salah seorang warga lokal, mengaku terkejut saat melihat spanduk itu sudah terpasang rapi di pagi hari.
"Saya enggak tahu siapa yang memasangnya. Kemungkinan dipasang malam hari," ujar Dede, dilansir dari BantenNews - jaringan Suara.com, Rabu (29/7/2026).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lebak, Dita Fajar Baihaqi, menilai kemunculan spanduk tersebut tidak lepas dari besarnya perhatian publik terhadap sosok Jokowi.
“Kalau mau cepat terkenal dan populer, senggol saja Pak Jokowi,” kata Dita.
Menurut Dita, pihak yang memasang spanduk itu kemungkinan ingin memanfaatkan nama Jokowi agar menjadi viral dan menarik perhatian masyarakat.
“Kemungkinan yang memasang spanduk itu ingin numpang viral. Setiap kali nama Pak Jokowi muncul, publik langsung merespons karena beliau masih memiliki daya tarik yang besar di ruang publik,” ujarnya.
Dita menilai pengaruh politik Jokowi masih kuat sehingga sebagian pihak memilih mengaitkan berbagai isu dengan nama mantan presiden tersebut untuk memperoleh sorotan.
Baca Juga: 140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
“Sebagian orang memanfaatkan magnet politik Pak Jokowi sebagai jalan pintas untuk mendapatkan panggung instan dan mendongkrak perhatian publik,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat menyikapi kemunculan spanduk tersebut secara objektif dan tidak mudah terprovokasi.
“Biarkan masyarakat yang menilai apakah cara seperti itu pantas atau tidak. Saya yakin masyarakat sudah cerdas membedakan mana kritik yang sehat dan mana yang sekadar mencari perhatian,” katanya.
Dita juga meyakini rekam jejak dan kerja nyata akan menjadi penilaian utama masyarakat terhadap seorang pemimpin.
“Pada akhirnya waktu, rekam jejak, dan bukti kerja nyata yang akan berbicara. Sejarah akan menilai siapa yang benar-benar mengabdi untuk rakyat. Saya yakin, semua akan Jokowi pada waktunya,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Kemasan Berkualitas jadi Senjata UMKM Bersaing di Pasar Modern
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Hasto: Perjuangan PDIP Seperti Akar Rumput, Dibakar Pun Akan Kembali Tumbuh
-
Tangsel Darurat Kekerasan Anak: 118 Kasus Terdata, 34 Pencabulan Menyasar Siswa Laki-laki
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Akses Keuangan bagi 33,8 Juta Debitur
-
Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan
-
Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda
-
Dampak El Nino Berlanjut Hingga 2027, Kekeringan Parah Ancam Seluruh Kecamatan di Tangsel
-
Pencarian Hari Ke-5 Jurnalis Hilang: SAR Perluas Sektor, Terkendala Kabut Tebal dan Angin Kencang