- Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mengevaluasi menyeluruh perlintasan kereta api tanpa palang pintu demi mencegah kecelakaan serupa di Bekasi.
- Langkah antisipasi ini dilakukan setelah tragedi kecelakaan kereta di Bekasi Timur menelan 16 korban jiwa pada 27 April.
- Pihak pemda berencana memperkuat fasilitas keselamatan seperti rambu, lampu sinyal, serta petugas di seluruh perlintasan kereta tidak resmi.
SuaraBanten.id - Imbas tragedi kecelakaan kereta di Bekasi, Jawa Barat, membuat semua pemerintah daerah fokus kepada titik-titik perlintasan kereta api yang masih belum dilengkapi palang pintunya.
Terbaru kali ini, Pemkab Tangerang, Banten bakal melakukan evaluasi menyeluruh terkait keberadaan perlintasan kereta api tidak resmi tanpa dilengkapi palang pintu namun masih dijadikan lintasan kendaraan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja mengatakan bahwa evaluasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api seperti yang terjadi baru-baru ini di Bekasi Timur yang menewaskan hingga 16 jiwa.
"Nanti saya akan cek apakah masih ada palang pintu yang belum sesuai standar," ucapnya.
Ia mengatakan, keberadaan palang pintu di perlintasan kereta menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan para pengguna jalan.
Bahkan, pentingnya keberadaan palang pintu perlintasan ini demi menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.
"Palang pintu itu sangat-sangat penting karena menyangkut keselamatan jiwa," ujarnya.
Soma mengaku, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang pernah menyoroti permasalahan palang pintu di perlintasan kereta. Bahkan, pada beberapa tahun lalu pihaknya telah membangun fasilitas palang pintu di wilayah Cikuya sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan.
"Setahu saya kita pernah membangun yang di Cikuya. Itu memang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah juga," tuturnya.
Baca Juga: Tempuh 50 Km Pakai Motor, Nana Rela Libur Narik Bus Demi Temani Putri Tercinta Ujian
Kendati demikian, menanggapi peristiwa maut di Bekasi Timur, maka pihaknya akan melakukan evaluasi dan pendataan guna diupayakan untuk penguatan di sektor perlintasan kereta tersebut.
Selain palang pintu, sejumlah perlintasan kereta juga dinilai masih membutuhkan peningkatan fasilitas pendukung seperti rambu peringatan, lampu sinyal, hingga penjagaan petugas untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.
Sebelumnya, insiden yang terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB di Stasiun Bekasi Timur tersebut mengakibatkan kerusakan pada rangkaian KRL, terutama pada gerbong khusus wanita.
Berdasarkan data Polda Metro Jaya, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka dan dalam penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Bekasi.
Proses identifikasi korban dilakukan melalui posko Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Jakarta Timur, dengan sejumlah keluarga telah melapor untuk pencocokan data. [Antara].
Berita Terkait
-
Tempuh 50 Km Pakai Motor, Nana Rela Libur Narik Bus Demi Temani Putri Tercinta Ujian
-
Modus Buang Jin, Oknum Guru Ngaji di Sukadiri Tega Cabuli 4 Santriwati Remaja
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
WNA Pakistan Viral Mengamuk Pakai Bambu di Ciledug, Imigrasi Tangerang Ungkap Kondisinya
-
ASN Kota Tangerang Mulai WFH, Cek Daftar Layanan yang Tetap Buka
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Modus Jual Sembako Tak Setor Hasil, Kejati Banten Tahan Tersangka Korupsi PT ABM Rp6,8 M
-
Kampung Somang yang Tenggelam di Bendungan Karian Kembali Muncul, Ini Penjelasan Pengelola
-
Pimpin PUTRI Banten, Nana Sunjana Target Pariwisata Dongkrak Ekonomi Masyarakat
-
Tak Nyangka Diberi Rumah dan Mobil, Atlet Difabel Handayani: Ini Motivasi Buat Terus Berprestasi
-
Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu